Di Duga Pembebasan Lahan Embun Desa Tote Mark Up

0

Di Duga Pembebasan Lahan Embun Desa Tote Mark Up

Di Duga Pembebasan Lahan Embun Desa Tote Mark Up – Pembebasan lahan tanah pembuatan embun di Desa Tote, Kecamatan Bolangitang Barat (Bolbar) oleh Pemerintah Kabupaten Bolmong Utara, pada tahun 2012 lalu, melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Bolmut, kini menjadi temuan BPK RI Perwakilan Sulut.Pasalanya pada Laporan Hasil Keuangan Pemeriksaan Daerah (LHKPD) tahun 2012, dengan mendapat opini Disclaimer pembebasan lahan tersebut, diduga terjadi Mark- Up dan diduga juga tim pembebasan lahan tersebut, ikut bermain. Seperti diungkapkan sumber resmi harga tanah yang diputuskan tim pembebasan lahan bertentangan dengan SK Bupati yang berkaitan dengan NJOP dan perbandingan harga tanah yang layak di Bolmong Utara.

Mengacu SK Bupati, harga tanah per area di lokasi setempat pada tahun 2011 dan 2012 bernilai anatara Rp 5 – Rp 6 juta. Sedangkan harga yang diputuskan oleh tim saat itu Rp 15 juta. Inilah yang kemudian menjadi tanda tanya besar mengindikasikan telah terjadi mark-up anggaran pada proses pembebasan lahan tersebut. Sedangkan sesuai acuan BPK, harga tanah hanya boleh dinaikkan maksimal lima persen. Selain itu, pembentukan tim pembebasan lahan dirasa janggal. Tim yang memutuskan harga tanah dalam rapat penentuan harga senilai Rp 15 juta per area. Padahal, dari temuan BPK pembebasan lahan tersebut terjadi kelebihan pembayaran pajak . “Harga tanah yang diputuskan oleh Tim tidak sesuai dengan SK Bupati dan pada temuan BPK terjadi kelebihan pembayaran pajak” ujar sumber resmi yang tidak dikorankan namanya.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Pendapatan Pengeloaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Bolmut, Aang Wardiman Ak, ketika dikonfirmasi membantah atas temuan BPK RI Perwakilan Sulut, tersebut, adanya Mar Up pada pembebasan lahan tersebut.”tidak benar adanya temuan BPK bahwa ada Mar-Up pembebasan lahan di desa tote”.tepis Wardiman. Ditambahkan Waridman, terkait dengan tim pembebasan lahan dirinya tidak mengetahui.”saya tidak mengetahui atas harga negosiasi oleh tim pembebasan lahan Pemkab Bolmut, bersama masyarakat saya hanya membayar”.jelas Wardiman. Sementara data yang dihimpun lahan lokasi embun desa tote di dibebaskan Pemkab Bolmut tahun 2012 senilai Rp 1,9 Miliar, namun hasil temuan BPK RI ada mark up sekitar Rp 258 juta lebih. Sehingga BPK merekomendasikan kepada Pemkab untuk menindak tegas ketua panitia pembebasan lahan dan kuasa pengguna anggaran. Di Duga, Pembebasan Lahan Embun Desa Tote Mark-Up (***)

LEAVE A REPLY