Program JKN Dipungut Biaya, Warga Bolmut Kecewa

0

BOLMUTPOST – Harapan masyarakat Bolmut untuk mendapatkan akses kesehatan nampaknya pupus sudah, pasalnya penerapan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang dimulai serentak diseluruh Indonesia pada 1 Januari 2014 lalu, masyarakat harus merogoh kocek bervariasi pada setiap bulannya yang bisa mencapai ratusan ribu rupiah sehingga bisa mendapatkan perawatan yang cukup memadai dari pemerintah sesuai biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing warga. Hal ini pun kembali menuai kritik, pasalnya tekad pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut untuk menjadikan warga terjamin kesehatannya belum sepenuhnya, sehingga program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini tidak akan tercapai kepada orang-orang yang kurang mampu. “Program JKN ini sangat baik, namun sayangnya masih menjadi sebuah keharusan bagi seluruh masyarakat untuk menyetorkan iuran untuk program tersebut,” pungkas Rusmin Nur Mokodompis, aktivis muda Bolmut.
Selain persoalan tersebut, Ketua Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bolmut ini pun menyeroti berbagai persoalan yang terjadi pada saat proses pelayanan yang ada diberbagai macam Pusat Kesehatan Masyarakat. “Akhir-akhir ini masyarakat sering dikecewakan dengan berbagai macam proses pelayanan yang dilakukan oleh sejumlah oknum pegawai kesehatan, oleh karena itu Pemkab Bolmut harus segera melakukan evaluasi kepada seluruh Puskesmas-Puskesmas yang ada di Bolmut sehingga pelayanan lebih optimal lagi,” harap Mokodompis. Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmut Siti Sabriana Buhang, saat dikonfirmasi melalui via telefon selulernya dalam keadaan tidak aktif. Program JKN Dipungut Biaya, Warga Bolmut Kecewa (rhp)

LEAVE A REPLY