Minimnya Tenaga Guru SD

1

BOLMUTPOST – Sangat minimnya tenaga guru yang mengajar di Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di enam kecamatan, membuat Dewan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara prihatin dan akan segera berkonsultasi dengan pihak Pemkab, dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga bolmut. Anggota komisi I dekab bolmut yang membidangi pendidikan Arman Lumoto mengatakan, pihaknya akan segera mengkonsultasikan hal itu dengan pemkab Bolmut agar mutu pendidikan di Bolmut terutama di wilayah-wilayah yang kekurangan tenaga guru dapat terealisasi. “Pemerataan guru memang perlu diperhatikan terutama terkait rasio guru dan siswa yang harus seimbang. Ada yang kelebihan guru, ada justru yang kekurangan. Nah, yang kekurangan itu yang perlu di isi. Kami akan konsultasikan ini dengan pihak Pemkab Bolmut melalui instansi terkait yakni Dinas Pendidikan,” kata Arman. Sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) Dikpora bolmut Dra Fatsoen Bata mengungkapkan, memang benar tenaga guru yang  ada di sejumlah SD dibolmut sangat kurang, Dimana desa desa tersebut antara lain SD Sidodadi (Sangkub), Sd Voa’a, Kopi dan batu lintik (Bintauna), SD Sokoputa (Kaidipang), SD di desa Busato, kayogu dan sokoputa. “Yah, Memang benar bahwa di sejumlah SD masih minim tenaga pengajar, bahkan tak hanya di kecamatan kaidipan, namun ada kekurangan di kecamatan sangkub, bintauna, dan pinogaluman,” ungkap Fatsoen. Fatsoen menjelaskan, tenaga guru yang paling ideal itu minimal tiap sekolah dasar berjumlah sembilan tenaga pengajar, agar proses mengajar setiap kelas dapat terisi di enam kelas di tambah satu kepala sekolah (kepsek), guru olah raga dan agama. “Idealnya itu minimal tiap SD ada sembilan guru dan satu kepsek” jelas Fatsoen. Minimnya Tenaga Guru SD (***)

LEAVE A REPLY