Pemkab Bolmut Berdayakan Petani Tanam Jabon

0
Pemkab Bolmut Berdayakan Petani Tanam Jabon

BOLMUTPOST – Pemkab Bolmut kini memberdayakan masyarakat petani dengan melakukan penanaman pohon. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya lahan-lahan kritis di kawasan perkebunan diliar areal hutan. “Saat ini ada sekitar 28 kelompok tani
yang tersebar di enam kecamatan di Bolmut sedang melakukan proses penanaman pohon jenis jabon,” ujar Kadis Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanak) Bolmut, Ir Saeroji MSi.

Menurutnya, setiap kelompok tani diwajibkan menanam 25 ribu pohon jenis jabon di 45 hektar lahan perkebuanan yang telah disiapkan petani. Sehingga pada tahun ini diperkirakan ada sekitar 700 ribu pohon jenis jabon yang nantinya akan ditanam di lahan-lahan perkebunan milik masyarakat. “Program penanaman pohon ini merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pengelolah Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Sulut yang diteruskan di Kabupaten Bolmut,” kata Saeroji.

Senada juga disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kehutanan Ir Daniel Palilu. Daniel menjelaskan, program penanaman pohon ini manfaatnya tidak hanya untuk melakukan penghijauan di lahan-lahan perkebunanan masyarakat, tetapi juga untuk mengejak masyarakat petani untuk berinvestasi dibidang perkebunan. Sebab, untuk melakukan penanaman pohon jenis jabon masyarakat bisa melakukan panen dalam tempo 6-7 tahun.

“Kayu jenis jabon memiliki kwaliatas cukup bagus, jadi selain bisa dipasarkan secara lokal, juga kayu ini juga bisa di ekspor. Sehingga, dalam tempo 6-7 tahun masyarakat petani sudah bisa memanen kayu untuk dipasarkan,” terang Daniel. Bahkan kata dia, pada usia tanaman kayu sudah masuk pada 3-4 tahun, sudah ada calon investor yang akan datang melakukan peninjauan perkebunaan kayu yang ditanam masyarakat.

“Kami nantinya tetap akan memfasilitasi calon pembeli kayu milik masyarakat, sehingga masyarakat tinggal akan berhubungan langsung untuk bertransaksi. Jadi, pada dasarnya menanam pohon jenis jabon cukup menguntungkan masyarakat petani, karena dalam tempo yang tidak terlalu lama para petani sudah bisa akan merasakan hasilnya,” jelas Daniel. (***)

LEAVE A REPLY