Sms Gratis, Hebohkan SDN 1 Ollot

0

Sms Gratis, Hebohkan SDN 1 Ollot

Sms Gratis, Hebohkan SDN 1 Ollot  – Sekolah Dasar Negeri 1 Ollot, Kecamatan Bolang Itang Barat beberapa hari terakhir ini terpaksa diliburkan oleh pihak sekolah. Pasalnya, guru-guru termasuk Kepala Sekolah, sejak awal pekan lalu telah diteror oleh oknum yang mengaku tukang santet melalui Short Message Centre (SMS). Oknum yang mengaku juga adalah orang tua murid di sekolah tersebut, melakukan teror dengan mengirimkan pesan singkat dari ponsel yang isinya akan membunuh semua guru-guru dengan cara santet. Merasa terancam, akibatnya guru-guru di sekolah tersebut tidak lagi melakukan aktifitas belajar-mengajar lantaran takut dengan ancaman.

“Semua siswa diliburkan tanpa batas waktu, jadi anak kami tidak bersekolah,” ungkap Toni Olii salah orang tua murid di sekolah tersebut. Sementara itu, salah satu guru yang mendapat SMS teror mengaku takut untuk masuk sekolah lagi, sebelum persoalan ini dituntaskan. Dia mengaku mendapat teror SMS dengan nada ancaman

“Cepat atau lambat ngoni akan menyusul Mama Hen (guru kelas yang meninggal 1 tahun lalu), selama kita p kamanakan dan cucu masih ada di sekolah ini, tetap ada yang m’lante. Ngana inga Riti (guru) s’perna kita ada bekeng deng samua ngoni disini s’perna dapa rasa deng tetap ngoni kita m’bunu”. 

Menerima pesan singkat ini sejumlah guru-guru sekolah pun memutuskan untuk tidak masuk sekolah dalam waktu yang belum pasti sebelum kasus ini diselesaikan. “Sejak kejadian tersebut kejadian aneh mulai menimpa disekolah, seperti api yang tiba–tiba membakar lemari sekolah tanpa sebab dan salah satu guru kelas IV mengalami sakit aneh sehingga tidak dapat berjalan serta adanya penyakit gatal-gatal disekujur tubuhnya,” kata Riti salah saru guru kelas yang menerima teror pesan singkat. Sementara itu, Kepsek SDN 1 Ollot II, Oslan Olii, saat dihubungi membenarkan persoalan yang menimpa di sekolah yang dipimpinya. “Benar, semenjak saya dilantik menjadi Kepsek, sekolah itu mulai angker, sebab banyak kejadian aneh yang terjadi,” ujar Oslan.

Ditempat terpisah, Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Bolangitang Barat, Zetman Goma menjelaskan kalau pihaknya akan segera menindak lanjuti persoalan ini. “Kasus ini akan segera saya konsultasikan dengan pihak Dikpora Bolmut agar aktivitas belajar-mengajar kembali akan dilakukan di sekolat tersebut,” tandas Goma.  (***)

LEAVE A REPLY