Terkait Dugaan Penipuan, Datunsolang Dua Kali Mangkir Panggilan Polres

1

BOLMUTPOST – Mantan bupati Bolmut Drs Hamdan Datunsolang MM, Senin (10/02) untuk kedua kalinya tidak memenuhi panggilan tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bolmong. Pemanggilan terhadap Datunsolang terkait dugaan kasus penipuan pada proyek pembangunan kantor bupati Bolmut tahap III senilai Rp 8,3 Miliar, yang dilaporkan Direktur Utama (Dirut) PT Sarana Wangun Perkasa, Randy Koapaha tahun 2013 lalu. Namun, lagi-lagi mantan bupati itu tidak mengindahkan surat panggilan yang dilayangkan Polres Bolmong, dengan alasan masih berhalangan. “Pemanggilan terhadap saudara Hamdan Datunsolang serta beberapa pejabat aktif dan beberapa mantan pejabat serta pensiunan tersebut, untuk menghadiri panggilan terkait kasus dugaan penipuan seperti yang dilaporkan Randy Koapaha,” kata Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bolmong, AKP Iverson Manssoh, kepada sejumlah wartawan Senin (10/02). Selain Datunsolang, Polres Bolmong, juga memanggil dua mantan pejabat pensiunan yakni DS alias Didik yang merupakan mantan Kadis PU Bolmut dan S alias Pardi mantan Kabid Ciptakarya Dinas PU. Polres Bolmong juga menghadirkan pejabat aktif Pemkab Bolmut FG alias Farid, Asisten II sekaligus Plh Kadis PU, dan MT alias Tang yang kini menjabat Kabid Ciptakarya di PU Bolmut, dan mantan Panitia Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) berinisial RT alias Rus yang kini menjabat aktif Kabid Bina Marga. “Para pejabat dan mantan pejabat ini nantinya akan diperiksa terkait laporan pimpinan PT Sarana Wangun Perkasa,” kata Manossoh. Mantan bupati Hamdan Datunsolang sendiri, ketika dihubungi sejumlah wartawan mengaku sebelumnya telah berkoordinasi dengan Wakapolres Bolmong dan Kasatreskrim soal alasan ketidak hadirannya dalam dua kali panggilan pemeriksaan. “Saat ini saya berada di Rumah Sakit (RS) DR Rambelan Surabaya, untuk menemani istri yang sedang dirawat sejak sebulan lalu. Makanya, waktu panggilan pertama saya sudah mohon izin kepada pak Wakapolres dan Kasatreskrim belum sempat hadir,” terang Datunsolang saat dihubungi wartawan. Sementara itu, Plh Kadis PU Bolmut, FG yang merupakan salah satu pejabat yang menghadiri pangilan Polres mengaku hanya memenuhi pangilan. “Sampai sekarang saya belum tau pasti persoalannya, sebab saya di dinas PU hanya menjabat Plh,” katanya. Sebagaimana diketahui mantan Bupati Bolmut serta para pejabat lainya dilapor oleh PT Sarana Wangun Perkasa ke Polres Bolmong karena dugaan tindak penipuan tahun 2013 lalu. Dimana, mantan orang nomor satu di Bolmut, memerintahkan kepada PT Sarana Wangun Perkasa sebagai pihak ketiga untuk menambah volume pengerjaan pembangunan kantor bupati Bolmut tahap III dengan total Rp 2,5 Miliar, dengan perjanjian segala biaya tettap akan ditanggung pihak pemerintah daerah. Namun, hingga Datunsolang mengakhiri masa jabatanya pada 2013 silam belum hutang tersebut belum dilunasi juga. Terkait Dugaan Penipuan, Datunsolang Dua Kali Mangkir Panggilan Polres  (***)

LEAVE A REPLY