Arus Mudik Naik, Jalan Trans Amburadul

0

Arus Mudik Naik, Jalan Trans Amburadul

Arus Mudik Naik, Jalan Trans Amburadul – Memasuki pertengahan bulan Ramadhan, aktivitas arus mudik mulai menunjukkan peningkatan. Keramaian di Jalur Trans Sulawesi wilayah Bolmut, mulai dari Kecamatan Sangkub hingga Kecamatan Pinogaluman, mulai terlihat hingga pukul 04.00 dini hari.

Hal yang sama terlihat pada rumah-rumah makan di Kecamatan Sangkub dan Kaidipang yang mulai memperlihatkan penambahan volume kendaraan yang singgah, hingga larut malam. Rano, salah seorang sopir Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) jurusan manado – Gorontalo, ketika berbincang-bincang dengan awak media ini mengatakan, dalam sepekan terakhir, jumlah penumpang yang naik dari Terminal Malalayang Manado ke arah Gorontalo, meningkat 2 kali lipat dari biasanya.

Hal ini dibuktikan dengan operasional bus-bus AKAP, yang biasanya hanya berangkat sekali, kini ada yang mulai operasi sebanyak 2 kali dalam sehari, karena penumpang yang membludak. “Mereka adalah orang-orang Gorontalo yang ada di Manado, mau pulang kampung untuk persiapan malam pasang lampu, alias Tumbilotohe,“ ujarnya.

Sementara itu, Rahmat Adi salah seorang sopir taksi gelap jurusan perjalanan Manado – Gorontalo menyayangkan kondisi jalur trans wilayah Bolmut yang rusak parah, dan dalam sebulan terakhir terlihat tanpa penanganan. Terutama katanya, di desa Dalapuli, Tanjung Sidupa, Dengi, Duini hingga Buko, yang semuanya berada di Kecamatan Pinogaluman. “Kayaknya karena pengerukan proyek pelebaran jalan, yang juga belum jalan lantas dibiarkan. Akhirnya jalanan jadi sempit, rusak dan berdebu, rawan menghadirkan Lakalantas,“ jelasnya.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Urban Kaidipang Kompol Mecky Bawengan mengatakan, pihaknya telah berkali-kali menghimbau kepada pihak kontraktor pengerja proyek peningkatan jalan Trans di desa-desa, untuk memasang rambu-rambu lalu lintas yang lebih mencolok pada jalan-jalan yang sedang diperbaiki, karena rawan Laka Lantas. “Di kanan kiri jalan lubang, mana malam gelap. Apalagi sekarang arus mudik sudah mulai naik, pasti bertambah rawan. Kami minta dengan tegas kontraktor terkait segera mengindahkan permintaan kami, jika tidak kami akan mengambil tindakan,“ pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kadis PU Ir. Saeroji ketika dihubungi koran ini mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak badan jalan Provinsi Sulut, selaku penanggung jawab atas proyek tersebut. “Namun koordinasi kami tak pernah di gubris oleh pihak badan jalan provinsi,” terang Saeroji singkat.(***)

LEAVE A REPLY