Kejari Boroko Tetapkan Tiga Tersangka Dua Kasus Tipikor

0
Kejari Boroko Tetapkan Tiga Tersangka Dua Kasus Tipikor

Kejari Boroko Tetapkan Tiga Tersangka Dua Kasus TipikorKejari Boroko Kamis (05/01) secara resmi menetapkan tiga orang tersangka terhadap dua dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang tengah ditangani pihak kejaksaan.

Kedua kasus tersebut masing-masing dugaan tindak pidana korupsi pada pelaksanaan pengadaan perlengkapan dan pemeliharaan rumah dinas wakil bupati Bolmut tahun anggaran 2013 dan pengelolaan dana bantuan langsung masyarakat dan simpan pinjam perempuan pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan PNPM-Pd Intergrasi, di Kecamatan Pinogaluman tahun 2010.

Pada kasus pelaksanaan pengadaan perlengkapan dan pemeliharaan rumah dinas wakil bupati pihak senilai Rp 930 juta, Kejari telah menetapkan dua tersangka masing-masing berinisial SP dan GAS sesuai dengan surat perintah Kajari Boroko nomor: Print-01/R.1.19/Fd.1/02/2015, atas nama SP dan surat perintah nomor: Print-02/R.1.19/Fd.1/02/2015 tanggal 04 Februari 2015, atas nama GAS. Oleh Kejari Boroko, kedua tersangka, disangka melanggar pasal 2, pasal 3, Jo pasal 18 undang-undang nomor 31 taun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dirubah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara pada penanganan dugaan kasus pengelolaan dana bantuan langsung masyarakat dan simpan pinjam perempuan pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan PNPM-Pd Intergrasi di Kecamatan Pinogaluman senilai Rp 905 juta, Kejari Boroko juga telah menetapkan tersangka kepada oknum bendahara berinissial WR dengan nomor: Print-03/R.1.19/Fd.1/02/2015 tanggal 04 Februari 2015. Oknum bendahara ini disangka melanggar pasal 2, pasal 3, pasal 8 Jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dirubah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001, jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Pada tahapan sebelumnya pihak penyidik telah melakukan pengumpulan data dan keterangan, sehingga telah ditemukan bukti permulaan yang dianggap cukup. Sehingga kedua kasus ini ditingkatkan pada tahap selanjutnya yakni penyidikan,” ujar Kajari Boroko Dwianto Prihartono SH MH, yang didampingi Kasi Intel Frans Jomar Karinda SH, dan kasi Pidsus Budi Kristiarso SH, ketika melakukan jumpa pers di kantor Kejari (***)

LEAVE A REPLY