89,36 Persen Koperasi di Bolmut Sekarat

1
89,36 Persen Koperasi di Bolmut Sekarat

89,36 Persen Koperasi di Bolmut Sekarat – Sedikitnya ada 76 Koperasi di kabupaten Bolmut yang tercatat keberadaannya. Namun, untuk Koperasi yang dinyatakan sehat dan sampai dengan saat ini baru aktif, tinggal 14 Koperasi saja. Artinya hanya sekitar 10,64 persen keberadaan koperasi yang masih eksis. Sementara sisanya sekarat.

Hal itu dikatakan oleh, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Penanaman Modal (Disperindagkop-PM) Bolmut, Uteng Datunsolang saat dikonfirmasi belum lama ini. “Jumlah keseluruhan koperasi di Bolmut ada 76. Tapi yang dinyatakan masih aktif sampai saat ini tinggal 14 saja.” Ungkap Datunsolang. Dia mengatakan, untuk Koperasi-Koperasi yang masih dinyatakan sehat saat ini, rata-rata membidangi serba usaha, seperti usaha simpan pinjam dan gabungan kelompok tani (Gapoktan). “Rata-rata koperasi ini bergerak pada bidang simpan pinjam dan gapoktan.” Terangnya.

Ditanya terkait langkah pemerintah dalam mensubsidi keberadaan Koperasi-koperasi saat ini, dengan tujuan untuk menumbuhkan kegiatan koperasi yang ada di daerah. Uteng menjelaskan jika hal tersebut telah dilakukan oleh pihaknya. “ Untuk subsidi ada dana sosial sebesar 100 juta dari pemerintah pusat, ada juga dana hibah sebesar 50 juta untuk setiap koperasi. Namun pemberian bantuan itu dilihat dari keaktifan koperasi yang ada.” Jelasnya. Masyarakat pun berharap agar pemerintah dapat memperhatikan para pelaku-pelaku usaha kecil dan menegah tersebut, khususnya untuk usaha Koperasi yang ada di Bolmut.

“Keberadaan koperasi-koperasi di daerah tentu akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahtraan masyarakat. Namun melihat kondisinya saat ini, maka jangan heran jika pertumbuhan ekonomi dan kesejahtraan masyarakat di daerah masih tergolong lambat. Itu karena masih kurangnya perhatian pemerintah terhadap usaha-usahan kecil ditengah masyarakat saat ini.” Ujar Yambat Pontoh.

Ia menambahkan, jika pemerintah harus serius dalam meningkatkan atau memajukan usaha kecil dan menegah di daerah. Karena kerelibatan para pelaku usaha tersebut lebih terasa manfaatnya ditengah masyarakat saat ini. “Jangan berfikir bagaimana ada investor besar di daerah dengan dalih untuk merauk PAD besar dari mereka. Tapi pemerintah harus perkuat juga ekonomi masyarakat kecil, melalui UKM dan Koperasi-koperasi di daerah. Itu akan lebih terasa dampak positifnya ditengah masyarakat.” Pungkas alumni Sekolah tinggi ilmu ekonomi (STIE) Widya Dharma Kotamobagu itu. (bp01)

LEAVE A REPLY