Big Gun Sprinkler Mampu Antisipasi Kekeringan

0

Big Gun Sprinkler Mampu Antisipasi Kekeringan

Big Gun Sprinkler Mampu Antisipasi KekeringanPemanfaatan air tanah untuk irigasi, dikenal dengan jaringan irigasi air tanah (JIAT), telah dikembangkan pemerintah sejak tahun 1970. JIAT adalah sistem penyiraman dengan menggunakan alat yang dinamakan big gun sprinkler dan pipa PVC beserta kelengkapannya untuk jaringan irigasi. Sistem pengisian dan penekanan airnya menggunakan pompa turbin vertikal.

Manfaat JIAT dibandingkan dengan jaringan irigasi permukaan yaitu aman dari gangguan penjebolan secara liar karena tertanam di bawah tanah, sehingga tidak perlu pemeliharaan secara khusus. Selain itu dapat mengatur suhu lingkungan di sekitarnya dan juga kehilangan air akibat penguapan dan kebocoran kecil. Sementara itu permasalahan dari JIAT yang sering dihadapi adalah biaya pemasangan awal yang besar karena peralatan cukup mahal. biaya eksploitasi tinggi karena menggunakan bahan bakar untuk pompa air. Jika ada kerusakan mekanik akan menyebabkan masalah yang besarnya sesuai dengan tingkat kerusakan.

Sementara itu, Pemkab Bolmut mayakini kalau pembangunan sistem Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) mampu meminimalisir gagal panen. Saat ini ada sekitar 554 hektar dari 5633 hentar lahan persawahan di daerah ini terancam gagal panen. Bahkan, jika musim kemarau ini akan terus berlangsung, dikhawatirkan bakal ada kemungkinan luas lahan sawah gagal produksi ini akan terus meningkat. Sebab, data di Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Bolmut, ada 636 lahan sawah yang ada rawan kekeringan. Sehingga, untuk menangulangi masalah tersebut, Dispertanakbunhut melalui Bidang Pertanian, kini sedang melakukan upaya antisipasi melalui JIAT agar luas lahan persawahan yang terkena dampak kemarau ini tidak meluas lebih besar lagi dengan memaksimalkan sistem pompanisasi. “Sistem pompa air untuk penyediaan air di lahan-lahan persawahan yang terkena dampak kemarau ini sudah kami lakukan. Namun sistim itu belum maksimal, karena ketersediaan pasokan air dilokasi-lokasi tersebut yang terbatas. Sehingga kedepan kami akan membangun sistem pengairan dengan menggunakan JIAT,” ungkap Kepala Bidang Pertanian Dispertanakbunhut Bolmut, Syafrudin Pontoh.

Menurutnya, di Bolmut ada sejumlah wilayah yang rawan terkena dampak kekeringan yakni Kecamatan Kaidipang dengan luas lahan 120 hektar, Bolangitang Barat 162 hektar, Kecamatan Bolangitang Timur dengan luas lahan 44 hektar, dan Kecamatan Pinogaluman seluas 310 hektar. (rhp)

LEAVE A REPLY