Dandes Tahap Satu Telan 11 Miliar Lebih

1

Dandes Tahap Satu Telan 11 Miliar Lebih

Dandes Tahap Satu Telan 11 Miliar Lebih – Sekitar Rp 11 Miliar lebih Dana Desa (Dandes) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari total Rp 28,6 Miliar telah disalurkan ke kas 106 desa yang ada di kabupaten Bolmut. Dimana sebelumnya, masih ada sekitar sembila desa yang belum mencairkannya karena belum mengajukan APBDes, kini sudah mencairkannya. “Sudah semua desa mencairkan Dandes dan ADD tahap pertama 40 %.” Kata Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa (Pemdes) Badan Pembedayaan Masyarakat Desa (BPMD) Bolmut, Abdul Muis Suratinoyo saat bersuah kemarin di kantornya.

Lanjut Suratinoyo mengatakan, bahkan saat ini sudah ada satu desa, yakni Desa Tanjung Sidupa, Kecamatan Pinogaluman yang sudah mulai mengusulkan Dandesa dan ADD tahap kedua. Hal itu karena, untuk program desa setempat, khususnya program fisik 40 % yang dilakukan secara swakelolah oleh pemerintah dan masyarakat desa setempat sudah tuntas dilakukan. “Kini mereka sudah memasukan laporan atas kegiatan pada program dandes yang 40 %. Kemungkinan dalam waktu dekat ini desa setempat sudah bias mencairkan Dandes 40 % tahap kedua.” Jelasnya. Ditanya soal target pelaksanaan program Dandes dan ADD tersebut, menurut mantan Kepala Kantor (Kakan), Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbagpol) Bolmut tersebut mengatakan bahwa, pihaknya akan memaksimalkan setiap desa pengelolaan dana itu untuk dapat memacu program mereka tanpa mengabaikan aturan dan perencanaan yang telah ada di masing-masing desa. “Kita upayakan program Dandes ini tuntas sebelum akhir tahun.  Namun demikian, suskesnya pelaksanaan program itu ada ditanggan pemerintah dan masyarakat desa,” pungkasnya.


Menariknya, sampai dengan saat ini tim pendampin dandes di tiap-tiap desa belum ada, dan kini mulai dipertanyakan masyarakat. Suratino pun mengatakan jika pihaknya masih menunggu hasil penjaringan oleh pemerintah pusat. “Soal tim pendamping ini, kami di daerah masih menunggu juga. Karena proses penjaringannya dilakukan oleh pemerintah pusat. Kami juga berharap agar keberadaan tim ini segerah diturunkan di lapangan.” Katanya. Terpisah, Djunaidi Harunjda menilai, jika program Dandes tersebut terkesan tidak matang dan dipaksakan oleh pemerintah pusat. Hal itu dapat dilihat dari proses awal sampai dengan saat ini yang serta belum memiliki kesiapan. “Jelas program Dandes ini belum matang kesiapannya tahun ini. Baik itu dari Pemerintah pusat sampai di daerah bahkan ditingkatan desa. Selain itu keberadaan tim pendamping pun Nampak kurang jelas. Dananya sudah mulai jalan, tapi pendampingnya belum ada. Jika ada kesalahan di lapangan Pemerintah daerah dan Desa yang disalahkan oleh pusat,” Tegas Harundja.  (bp01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Harap masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda di sini