Eha Bond Picu Kenakalan Siswa

0

Eha Bond Picu Kenakalan Siswa

BOLMUTPOST – Penyalahgunaan lem Perekat jenis Eha bond yang lagi trend dan booming dikalangan pelajar bolmong utara ini, mendapat perhatian yang serius dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bolmut. Zat yang terkandung dalam jenis Lem eha bond bukan hanya dapat memabukkan dan merusak sel-sel saraf otak penggunanya. Bahkan, jika digunakan dalam jangka waktu lama, dapat membuat penggunanya tidak normal dan sakit hingga kemudian meninggal dunia. ”Dalam lem eha bond terkandung zat Lysergic Acid Diethyilamideatau LSD. Zat tersebut sejenis zat hirup yang sangat mudah ditemui di produk lem perekat, sehingga efek lain bisa membuat penurunan tingkat belajar para siswa,” jelas Kadis Dikpora Abdul Nazarudin Maloho.

Lanjutnya, ketika mengisap aromanya, zat kimia tersebut memengaruhi sistem saraf dan melumpuhkan,” kata maloho. Zat yang dihirup dalam lem eha bond menjadikan penggunanya merasa bahagia hingga aktivitas sang pengguna akhirnya berkurang lantaran halusinasi yang dialami. “Efeknya dapat memicu Kenakalan Siswa yang luar biasa, sangat tenang dan mendorong perasaan nyaman. sering kali ada perubahan pada persepsi, pada penglihatan, suara, penciuman, perasaan, dan tempat,”tutur dia.

Menurutnya, bahkan dampak negatif lain bagi murid laki-laki ketika menggunakan lem eha bond bisa sampai pada tindakan pencurian, perkelahian, serta tindakan kriminalitas lainya. Sementara bagi perempuan, sangat memungkinkan untuk terjadinya efek negatif, semisal pelacuran anak dibawah umur. Sehingga itu Maloho mendesak kepada seluruh sekolah terutama SMP dan SMA agar melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengawasan terhadap para siswa yang terindikasi menggunakan lem eha bond karena efek Eha Bond Picu Kenakalan Siswa dan akan menyerang susunan saraf di otak sehingga bisa menyebabkan kecanduan. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otak sementara dalam jangka pendek risikonya adalah kematian mendadak (Sudden Sniffing Death).

Jika disebuah sekolah sudah ada sepertiga dari jumlah muridnya yang tergolong pengguna lem eha bond atau sejenisnya, sudah sulit untuk diberikan pembinaan dalam hal pencegahan. Karena penyebaran kepada siswa lain sangat cepat sekali. “Sehingga itu, perlu dilakukan pencegahan sejak dini dengan memberikan sosialisasi secara berkelanjutan terkait bahaya penyalahgunaan lem eha bond tersebut,” jelas Maloho.(rhp)

LEAVE A REPLY