Bupati Bolmut Lantik Sangadi Sangkub dan Bolangitang

1
Bupati Bolmut Lantik Sangadi Sangkub dan Bolangitang

Bupati Bolmut Lantik Sangadi Sangkub dan Bolangitang

Bupati Bolmut Lantik Sangadi Sangkub dan Bolangitang – Bupati Bolmut Drs Depri Pontoh Selasa (24/11) kemarin secara resmi melantik dua Sangadi di Kecamatan Sangkub dan Bolangitang Timur. Prosesi pelantikan pertama dilakukan kepada Wawan Nasaru Sangadi terpilih Desa Monompia Kecamatan Sangkub, menggantikan Suhardi Binolombangan selaku Pjs Sangadi di desa tersebut. Kemudian siang harinya depri pontoh kembali melantik Ibrahim Koloay sebagai Sangadi Binjeita II di Kecamatan Bolangitang Timur, menggantikan Melky Manginduang yang sebelumnya menjabat Plh Sangadi. Kegiatan pelantikan di dua lokasi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD dan beberapa anggota, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, serta para Sangadi se Kecamatan Bolangitang Timur.

Dalam sambutannya Depri Pontoh, menyampaikan agar para Sangadi yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi dengan aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta seluruh masyarakat. Ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan antar kelompok masyarakat pasca pemilihan Sangadi beberapa waktu lalu. “Seorang kepala desa wajib untuk menciptakan suasana kondusif, agar penyelenggaraan pemerintahan di desa akan mendapat dukungan oleh seluruh komponen masyarakat. Datangi semua masyarakat, biar bagaimana pun waktu pemilihan kepala desa tidak semua warga yang memilih kepada Sangadi yang saat ini sudah resmi dilantik,” kata Bupati. Apalagi, kata bupati pada tahun 2016 mendatang besaran dana desa yang akan didistribusikan pemerintah daerah mencapai Rp 64 miliar.

“Jumlah tersebut akan didistribusikan secara merata di seluruh desa yang ada di Kabupaten Bolmut, sehingga setiap desa akan menerima kucuran dana sebesar Rp 500 juta. Belum lagi pendistribuasian Alokasi Dana Desa (ADD) yang jumlahnya mencapai Rp 40 miliar lebih. Jadi total dana yang akan disalurkan di seluruh desa mencapai Rp 100 miliar lebih. Jika pemerintah desa tidak didukung oleh masyarakat, otomatis Sangadi akan mengalami kesulitan dalam mengelolah kegiatan didesa,” tegas Depri pontoh.(***)

LEAVE A REPLY