Operasi Destroyer Ratakan Tanaman Cengkeh Warga

4
Operasi Destroyer Ratakan Tanaman Cengkeh Warga

Operasi Destroyer Ratakan Tanaman Cengkeh Warga

Ratusan Korban Operasi Destroyer Datangi Kantor DPRD Bolmut

Operasi Destroyer Ratakan Tanaman Cengkeh Warga – Ratusan Warga Korban Operasi Gabungan Datangi DPRD Bolmut – Operasi gabungan yang terdiri dari Dinas Kehutanan Sulut, Polda Sulut, Brimobda, Kejati Sulut, Korem 131 Santiago, BKSDA, yang dibantu Polres Bolmong melalui Polsek yang ada di Kabupaten Bolmong Utara, sejak Kamis (26/11) melakukan operasi pembersihan tanaman cengkeh di lokasi Desa Nunuka Kecamatan Bolangitang Timur. Operasi yang berkekuatan 80 personil, tim yang dipimpin Paulus Maengkom melakukan pembersihan tanaman milik warga Desa Nunuka, Mokoditek, wakat dan warga Saleo yang terinformasi berada dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) tepatnya di lokasi eks HPH Lembah Hijau Semesta.

“Tindakan mereka sangat tidak menunjukan kalau mereka itu abdi Negara, sangat brutal dan tidak punya etika, “ungkap sejumlah warga yang mendatangi kantor dprd bolmut (27/11).

Menurut mereka apa yang dilakukan oleh aparat gabungan tersebut sangat tidak wajar, tmeraka datang ke lokasi kami sapa dengan baik, bahkan kue dan kopi yang kami sediakan untuk orang-orang untuk menanam padi, kami bagikan kepada mereka, setelah mereka selesai minum dan makan, lalu mengusir kami dan merusak tanaman milik kami, juga merusak rumah-rumah warga yang berada di lokasi perkebunan, membuang semua beras milik warga dan rumah kamipun mereka sensor. Bahkan, warga yang berada di lokasi diusir dengan menggunakan senjata api, sehingga warga ketakutan dan lari pontang-panting.

“Kami tidak terima perlakuan ini, sebab selama ini tidak ada pemberitahuan kepada kami atau pelarangan untuk berkebun di lokasi tersebut. Buktinya, tanaman cengkeh milik kami yang sudah membuahkan hasil ditebang,” tandas warga dihadapan para pimpinan dan anggota DPRD serta para asisten dan instansi teknis Pemkab Bolmut.

Ratusan mansyarakat yang datang di gedung wakil rakyat tersebut juga membawa beberapa batang cengkeh yang dimuat di atas mobil dibawa ke kantor DPRD sebagai contoh tanaman perkebuanan yang ditebang oleh tim gabungan Dinas Kehutanan Sulut.

Masyarakat menuntut ganti rugi batang tanaman mereka yang sudah dirusak, serta mendesak DPRD dan pemerintah daerah untuk segera memperjelas status perkebunan di Nunuka. Sebab, selama ini status kawasan tersebut terkesan kurang jelas.

“Kenapa sudah bertahun-tahun masyarakat saya tidak dilarang untuk berkebun di lokasi tersebut, nanti setelah sudah mulai membuahkan hasil, baru dilakukan operasi pembersihan lokasi,” tambah Sangadi Nunuka Hamsah Kohongia.

Wakil Ketua DPRD Bolmut Arman Lumoto dan Salim Bin Abdullah serta sejumlah anggota DPRD berjanji akan menindak lanjuti persoalan tersebut dengan membentuk tim bersama dengan pemerintah daerah untuk turun meninjau di lokasi.

Sementara itu, ketua tim operasi gabungan Paulus Maengkom, ketika ditemui sejumlah wartawan mengaku kalau pihaknya hanya menjalankan tugas untuk membersihkan kawasan hutan eks HPH Lembah Hijau Semesta dari aktifitas perkebunan.

“Operasi ini sebegai bentuk penegakan hukum atas perambahan hutan di eks HPH. Sesuai perintah, operasi kami lakukan sampai dengan tanggal 20 November 2015,” ungkap Mengkom yang ditemui di Kantor Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Bolmut, Jumat (28/11). (***)

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY