Ismail Endus Barter Kasus Dana Pengamanan Pilkada Boltim

1
Ismail Endus Barter Kasus Dana Pengamanan Pilkada Boltim

Ismail Endus Barter Kasus Dana Pengamanan Pilkada Boltim

Ismail Endus Barter Kasus Dana Pengamanan Pilkada Boltim – Buntut atas kecurigaan calon bupati nomor urut 1, Candra Modeong, mengenai dana pengamanan Pilkada di Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) sebesar Rp 2,2 miliar, diam – diam menjadi pusat perhatian dari Laskar Anti Korupsi (LAKI) setempat.

“Kita tahu bersama, belum lama ini Polres Bolmong tengah menyoroti beberapa kasus di Boltim. Mulai dari dugaan kasus proyek pasar pondabo, dana PKK hingga dana dharma wanita. Tapi, gaungnya tak kedengaran hingga saat ini,” demikian diutarakan Ismail Mokodompit selaku Ketua LAKI Boltim, Minggu (29/11) kemarin.

Ismail menduga, naiknya jumlah dana pengamanan yang sebelumnya hanya Rp 1 miliar menjadi Rp 2,2 miliar ini, erat kaitannya dengan indikasi barter sejumlah kasus yang melilit sejumlah pejabat tinggi di Ismail Mokodompit. “Bisa jadi ada indikasi barter kasus dibalik naiknya dana pengamanan di Polres Bolmong. Kita berharap pemerintah mampu menjelaskan masalah ini ke publik,” sentilnya.

Hanya saja, pernyataan Ismail ini dengan tegas dibantah oleh Pemkab Boltim, lewat Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah (DPPKAD), Oskar Manoppo, saat dikonfirmasi terpisah. “Kalau masalah itu saya tidak tahu. Memang awalnya, proposal yang diajukan ke pemerintah untuk pengamanan sebesar Rp 4 miliar. Awalnya, sebelum perubahan hanya disetujui Rp 1 miliar saja,” terang Oskar melalui telepon selulernya, kemarin.

Kemudian setelah perubahan, lanjut Oskar, dana yang disetujui oleh tim anggaran hanya Rp 2,2 miliar saja. Sementara untuk KPU dan Panwaslu Boltim, masing – masing sebesar Rp 13 miliar dan Rp 2,3 miliar. “Dananya juga sudah dicairkan. Bagi KPU Rp 13 miliar, Panwaslu sebesar Rp 2,3miliar serta dana pengamanan untuk Polres Rp 2,2 miliar dan kodim Rp 300 juta,” pungkasnya.

Sebelumnya, Candra Modeong cabup nomor urut 1 yang diusung Hanura dan PKS dalam Pilkada Boltim, sempat menyoroti penggunaan dana pengamanan yang dikelola Polres Bolmong. Malah, Candra menuding realisasi dana itu tidak sesuai dengan pengamanan yang dilakukan Polres selama tahapan pilkada berlangsung. (and)

LEAVE A REPLY