Proyek Jembatan Sangkub tak Kunjung Selesai

1

Proyek Jembatan Sangkub tak Kunjung Selesai

APBN Rawan Penyimpangan

Proyek Jembatan Sangkub tak Kunjung Selesai – Pelaksanaan Pembangunan mega proyek Jembatan Sangkub Cs, di Kabupaten Bolmong Utara (Bolmut), mendapat sorotan dari sejumlah masyarakat setempat. Pasalnya pembangunan empat jembatan penghubung antar provinsi tersebut, hingga saat ini, tak kunjung rampung. “Tahun 2015, tinggal menghitung hari lagi. Namun pembangunan jembatan tersebut belum juga selesai. Padahal waktu yang diberikan sudah sangatlah cukup yakni 210 hari kalender terhitung 17 April tahun ini,” kata Jamaludin Datunsolang, salah satu tokoh masyarakat Bolmut kepada wartawan (27/15).

Ia menjelaskan, sesuai dengan kontrak kerja harusnya batas akhir pelaksanaan pembangunan jembatan yang menelan anggaran APBN sebanyak Rp41,5 miliar itu, telah berakhir pada pertengahan bulan Desember ini. Namun sayang pihak, pelaksana PT Brantas Abipraya (Persero), tak komitmen dengan kotrak kerja tersebut, dengan terus memacu pelaksanaan perampungannya.

“Kami kuatir, dengan melihat cara kerja mereka yang terkesan terburu-buru ini, akan berdampak pada hasil yang tak sesuai perencanaan, akibatnya uang negara kembali dirugikan,” paparnya, yang didampingi masyarakat Kecamatan Bintauna.

Ia berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dan  pemerintah daerah, harus bersikap tegas, tentang hasil akhir penyelesasian pembangunan tersebut. Agar program yang direncanakan ini dapat berjalan sesuai harapan. “Pemerintah, jangan bersikap pandang bulu untuk memberikan sanksi tegas, jika hasilnya tidak sesuai yang di sepakati dalam kontrak kerja,” jealsnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bolmut Ir Saeroji, saat diminta tanggapanya mengatakan, jika terjadi ketidak sesuain dalam perjanjian kontrak kerja, atas pelaksanaan pembangunan ke empat jembatan tersebut, maka pemerintah provinsi lah yang paling berwenang untuk memberikan sanksi tegas.

“Memang pembangunannya, berada di wilayah Kabupaten Bolmut. Namun itu adalah program dari pemerintah provinsi. Kami disini hanya sampai pada pengawasan saja,” tutur Saeroji.(bp02)

LEAVE A REPLY