LKPJ, Diwarnai Aksi Demo

1

LKPJ, Diwarnai Aksi Demo

LKPJ, Diwarnai Aksi Demo – Siang tadi 15/10 ratusan mahasiswa yang tergabung dalam, Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow Utara (PPMIBU), turun aksi menyampaikan aspirasi menyangkut sejumlah persoalaan di daerah ini. aksi yang dilaksanakan tadi, tepat pada saat Paripurna penyampaian Laporan Kerja Pertangung Jawaban (LKPJ) Pimpinan daerah.

Para Pengunjuk rasa yang terdiri dari para mahasiswa asal Bolmut, Mempertanyakan sejumlah dugaan penyimpangan anggaran APBD dan APBN di tahun 2011  yang mengalir di daerah. Seperti masalah Disclaimer hasil LHP BPK-RI perwakilan provinsi, ijazah instan sejumlah CPNS 2010, dana TTP, Sertifikasi guru, blok grean dikpora dan sejumlah persoalan lainnya.

” Kami berharap penegakan supermasi hukum di daerah untuk di tegakkan seadil-adilnya, dan kepada aparat hukum untuk dapat menindak lanjuti hasil penilaian BPK-RI soal predikat disclaimer terhadap pengunaan keuangan daerah yang mengakibatkan kerugian daerah,” koar semangat para mahasiswa di Depan Gedung Paripurna DPRD Bolmut. Mahasiswa dalam aksinya diterimah untuk rapat bersama dengar pendapat (hearing) dengan Bupati Bolmut, Drs Hi Hamdan Datunsoalng MM, Wabup Drs Depri Pontoh. Dan Ketua DPRD Bolmut. Karel Bangko SH. Dalam hearing tersebut, mengatakan bahwa hasil LHP BPK-RI yang ada, jangan di translate ada penyimpangan korupsi di dalamnya,

” saya selalu menekankan, opini disclaimer tersebut tidak serta merta ada penyimpangan atau indikasi korupsi didalamnya. Hanya saja penyajian laporan yang dilakukan oleh administrasi keuangan di daerah, tidak mampu menjabarkan pengunaan keuangan di daerah, sehingga di nilai tidak dapat menyampaikan secara detail oleh tim BPK-RI, ini yang mengakibatkan temuan tersebut,” bantah Datunsolang. Hal serupa pun, di perkuat oleh Ketua DPRD bolmut, Karel Bangko.

Dirinya mengatakan kesalahan penafsiran ini, jangan sampai lebih memperburuk penilaian di daerah, ini hanya sebuah kesalahan penyajian seperti pada LHP BPK. ” Temuan-temuan soal administrasi kebanyakan menyentil soal kesalahan penyajian dan pemerintah daerah step by step mulai memperbaiki itu,” tambah Bangko. Mahasiswa pun, setelah selesai melakukan hearing langsung membubarkan dan tampak pengamanan ekstra ketat dari aparat kepolisian Sektor urban kaidipang. Begitupun dari pemda, puluhan satuan pamong praja juga ikut mengamankan jalannya proses aksi unjuk rasa. Sementara itu, sidang Paripurna LKPJ dan LPJ pempinan daerah, terus dilanjutkan walau tertunda beberapa jam akibat adanya aksi unjuk rasa tersebut. (rhp)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY