Air Bersih Tidak Berfungsi Sumur Mesjid jadi Sasaran

0

Air Bersih Tidak Berfungsi Sumur Mesjid jadi Sasaran

Air Bersih Tidak Berfungsi Sumur Mesjid jadi Sasaran – Warga Desa Bolangitang II Kecamatan Bolangitang Barat, mengeluhkan soal instalasi air bersih yang baru dipasang pemerintah daerah. Di karenakan, sarana air bersih yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi yang berbandrol Rp 800 juta tersebut hanya bisa dinikmati warga beberapa saat. Akibatnya, sejumlah warga yang tinggal di pesisir pantai Desa Bolangitang II terpaksa kembali membeli air. Hasil pengamatan bolmutpost, Jumat (2/11) di Mesjid Al Mukarama jadi sasaran warga untuk mengambil air bersih.”utungnya, ada sumur mesjid sangat membantu kami, sebab airnya tidak asin,”ujar Sale Ahmad warga setempat. Sedangkan warga lainya yang letaknya jauh dari Mesjid, terpaksa harus membeli air dari warga yang rela menampung air bersih ini untuk disalurkan. Warga pun sangat kecewa dengan tidak keluarnya air bersih yang menjadi kebutuhan pokok warga.

Adapun, sumur yang dibangun warga airnya tidak bisa diminum lantaran rata-rata kadar garamnya tinggi.”Instalasi air bersih ini baru dipasang beberapa bulan lalu, dan dipakai hanya sekitar satu minggu,” jelas warga lainya.

Sementara itu Sangadi Desa Bolangitang II, Rahmawati Pua ketika ditemui, menjelaskan, bahwa pihaknya menjadi tumpuan keluhan warganya.”Kasihan kita pe masyarakat semua datang mengeluh, dan hal ini sudah saya konfirmasikan ke kontraktor pelaksana yakni Asdi Alamri, dia pun berjanji akan segera memperbaiki saluran air yang kini sudah tidak berfungsi lagi,”tutur Rahmawati.

Menurut Pua,  sudah sekitar dua bulan warganya kembali pada kebiasaan lama dengan membeli air Per Galon Rp 1000.”Setelah dilakukan penelusuran ternyata, warga desa tetangga juga, Jambu Sarang melakukan penyambungan langsung ke pipa air yang mengairi tabung penampung, sehingga persediaan air tidak lagi sampai ke desa kami dan sudah dua bulan ini warga tidak lagi menikmati air bersih yang telah disiapkan pemerintah tersebut,”jelas Rahmawati.

Sayang hingga berita ini diturunkan CV pelaksana proyek air bersih yang dianggap mubazir ini, tidak diketahui lantaran proyek Provinsi. Usaha konfirmasi ke pihak kontraktor, Asdi Alamri tidak berhasil via ponsel genggamnya pun hanya diangkat oleh orang lain.”Asdi nda ada, ada kaluar ini hp dia lupa bawa,”katanya singkat. (mr)

LEAVE A REPLY