2013, Belanja Infrastruktur Mencapai Rp 204 Triliun

0
2013, Belanja Infrastruktur Mencapai Rp 204 Triliun

2013, Belanja Infrastruktur Mencapai Rp 204 Triliun – Pemerintah menganggarkan belanja infrastruktur di 2013 mencapai Rp 203 – 204 triliun. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan belanja infrastruktur tahun ini yang hanya mencapai Rp 174,9 triliun. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan dalam pagu anggaran APBN untuk sementara di dapat sebesar Rp 196,9 triliun dan masih ada peluang penambahan anggaran infrastruktur sebesar Rp 7 triliun yang berasal dari Kementerian Pendidikan dan Budaya.

“Itu angkanya infrastruktur bisa lebih dari Rp 203-204 triliun, angka Rp 196,9 triliun itu meningkat dari APBNP 2012,” ujarnya  dalam jumpa pers ‘Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013’, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (29/10/2012). Lebih lanjut ia menjelaskan tingginya pagu belanja infrastruktur ini disebabkan adanya kenaikan tarif tenaga listik (TTL) sebesar 15 persen yang menghasilkan penghematan anggaran subsidi listrik sebesar Rp 11,8 triliun yang direalokasi ke anggaran infrastruktur. Selain itu ada juga tambahan realokasi optimalisasi anggaran sebesar Rp 9 triliun. “Hasil optimalisasi netonya mencapai Rp 11 triliun, selain untuk infrastruktur Rp 9 triilun sisanya akan dialokasikan untuk daerah,” ujarnya.

Menkeu juga menjelaskan pembangunan infrastruktur akan dialokasikan untuk beberapa sarana yaitu sarana pertanian berupa irigasi dan pengairan, transportasi, perumahan dan komukasi. Pemerintah juga memprioritaskan anggaran infrastruktur untuk peningkatan dukungan daya saing sektor riil, penyediaan infrastruktur dasar bagi peningkatan kesejahteraan dan penyediaan infrastruktur dasar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Jendral Anggaran Kementerian Keuangan Herry purnomo, mengatakan anggaran infrastruktur terbagi dalam beberapa kementerian. Dana terbesar jatuh pada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebesar  Rp 80 triliun, Kementerian Perhubungan sebesar Rp 36 triliun. “Untuk PU akan berprioritas pada jalan dan untuk perhubungan alat transportasi,” jelasnya.

Sementara itu, untuk anggaran cadangan resiko fiskal atau anggaran lainya yang tidak dipakai pada tahun ini, sambungnya, tidak dapat dialokasikan untuk anggaran infrastruktur, namun akan menjadi Silpa dan kemudian menjadi sisa aggaran lebih (SAL). Dan anggaran SAL yang didapat tahun ini, masih memungkinkan menjadi dana infrastruktur dengan mengunakan APBNP.

sumber  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

LEAVE A REPLY