2013 Pertumbuhan Ekonomi RI Diperkirakan 6,6%

0

BOLMUTPOST.COM Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013 sebesar 6,6 persen.

Menurut Direktur Perencanaan Makro Bappenas Leonard VH Tampubolon, pertumbuhan ekonomi tahun 2013 sebesar 6,6 persen ini akan ditopang oleh invesatsi sebesar 12,7 persen dan konsumsi rumah tangga 5,2 persen. Sedangkan belanja pemerintah akan mencapai sebeasr 6,7 persen.

“Permintaan domestik masih cukup kuat dalam menahan gejolak ekonomi global. PMTB, konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga masih cukup kuat menopang perekonomian,” terangnya di Jakarta, .

Lebih lanjut ia mengatakan pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga memang masih cukup tinggi dan terus akan meningkat. Dan ini akan mengurangi kekhawatiran akan menurunnya pertumbuhan ekonomi secara signifikan dengan penurunan ekspor. Namun, peningkatan konsumsi masyarakat ini tetap harus diwaspadai karena memiliki keterbatasan.

Ia mengatakan sebelumnya pertumbuhan ekonomi di tahun 2013 diperkirakan sebesar 6,8 persen dengan kinerja ekspor sebesar 11,7 persen. Namun turun menjadi sebesar 8,3 persen. Penurunan ini dikarenakan kondisi ekonomi global yang masih belum pulih benar.

Ia memperkirakan krisis keuangan di Eropa masih akan berlangsung dalam 2 tahun ke depan dan pengaruhnya terhadap negara lain masih akan memberi tekanan pada perekonomian Indonesia.

Sementara dari sisi impor, sambungnya juga akan terjadi penurunan dari perkiraan sebelumnya sebesar 13,5 persen menjadi 10,2 persen.

Ia juga menyampaikan ada delapan langkah yang harus dilakukan untuk menjaga pertumbuhan, pertama, ekonomi perlu terus didorong baik dari dalam maupun luar termasuk investasi pemerintah dan BUMN. Kedua, stabilitas ekonomi tetap dijaga agar confidence dan ekspektasi terhadap perekonomian yang tinggi tetap meningkatkan daya beli masyarakat.

Ketiga, penyerapan belanja negara perlu dimaksimalkan terutama belanja yang berdampak besar bagi peran serta masyarakat dan kesejahteraan rakyat, Keempat, nilai tukar Rupiah perlu dikelola dengan tepat agar mampu menjaga daya saing ekspor dan sekaligus mengendalikan impor pada tingkat yang tidak membahayakan kepercayaan terhadap Rupiah.

Kelima, impor perlu dikendalikan dengan tepat terutama pada kelompok barang yang tidak mendorong investasi dan kegiatan produksi di dalam negeri. Keenam, industri non-migas perlu didorong lebih kuat agar mampu menjadi penggerak ekonomi. Ketujuh, subsidi BBM perlu dikendalikan dengan penyesuaian harga dalam jangka pendek dan konversi energi dalam jangka menengah atau panjang. Dan kedelapan, perlu penyusunan kebijakan pengendalian dan penanganan antisipasi menghadapi pelambatan ekonomi dengan penguatan program-program bantuan dan perlindungan sosial.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo, memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2013 sebesar 6,3 persen – 6,7persen, “Dimana konsumsi rumah tangga dan PMTB menjadi pendorong pertumbuhan,” ujarnya. 2013 Pertumbuhan Ekonomi RI Diperkirakan Sebesar 6,6%

LEAVE A REPLY