Harga Elpiji 12 Kg dan Listrik Dilarang Naik

0

BOLMUT |bolmutpost.com| PT Pertamina (Persero) diminta tidak menaikkan harga elpiji 12 kilogram (kg) bersamaan dengan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang dilakukan pemerintah. Pengamat perminyakan Kurtubi menilai kenaikan harga secara bersamaan akan memberatkan konsumen.

“Kalau TDL naik bulan ini, mungkin elpiji bisa sebulan atau dua bulan kemudian. Yang jelas tidak boleh berbarengan,” jelas Kurtubi Selasa (1/1/2013).

Pertamina sebelumnya berencana kenaikan harga elpji non subsidi sebesar Rp 1.500 per kg pada awal tahun ini. Sementara pemerintah juga telah menaikkan tarif listrik mulai 1 Januari 2013.

Kurtubi juga menilai besaran kenaikan harga elpiji 12 kg sekitar Rp 1.500 per kg juga terlalu tinggi. Menurut dia, harga elpiji yang tidak disubsidi paling tinggi naik Rp 1.000 per kg.

“Kalau naiknya ketinggian juga akan memberatkan masyarakat, apalagi TDL juga tdl juga naik,” jelas dia.

Namun sebelum harga elpiji 12 kg dinaikkan, Pertamina diminta untuk buka-bukaan soal biaya produksi penyediaan dari komoditas tersebut.

Jika perlu biaya pokok produksi elpiji ini diaudit terlebih dahulu oleh Badan Pemeriksa Keuangan, sebelum disetujui naik oleh pemerintah.

Menurut Kurtubi, hal ini penting karena jangan sampai masyarakat justru menanggung ketidakefisienan Pertamina dalam memproduksi elpiji non-subsidi.

“Kalau tidak diaudit, nanti mereka bilang rugi tapi tidak jelas ruginya. Jangan-jangan mereka klaim rugi karena membandingkan harga jual elpiji 12 kg dengan harga elpiji Saudi Aramco, itu kan tidak fair,” ungkapnya. Harga Elpiji 12 Kg dan Listrik Dilarang Naik  (liputan6)

LEAVE A REPLY