90 Persen anggota DPR tak layak dipilih lagi di 2014

0

BOLMUTPOST – Memasuki tahun politik, partai politik telah mempersiapkan amunisi dan strategi pemenangan di pemilu 2014 mendatang. Para calon legislatif yang akan maju kembali di pemilihan legislatif di 2014 sudah mulai melancarkan cara-cara jitu untuk menarik simpati rakyat agar terpilih dan menjadi pemenang. Lebih dari 90% anggota DPR periode 2009-2014 yang saat ini duduk manis di kursi parlemen memutuskan untuk maju lagi di pileg 2014. Apakah mereka layak dipilih kembali sebagai wakil rakyat jika merujuk pada kinerja yang ditampilkan mereka selama ini ?  Ditambah lagi dengan maraknya anggota DPR periode 2009-2014 yang digiring KPK karena terlibat korupsi. Peneliti Senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) Lucius Karus mengatakan, apabila dilihat dari kinerja anggota DPR yang terjadi selama ini, seharusnya 90% anggota DPR tidak layak dipilih kembali oleh rakyat. Lucius menjabarkan, selama rentang waktu hampir 4 tahun menjabat sebagai legislator, banyak target-target legislasi Undang-undang  yang tidak selesai. Bahkan, banyak UU yang digagalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) karena UU yang disahkan oleh DPR melanggar konstitusi. Kalaupun mereka mencalonkan lagi, semua motivasinya hanya untuk mencari kerja, kekuasaan dan keuntungan. Dia tidak peduli akan kegagalan sepanjang periode jabatannya. Tapi saya lihat ini bukan cuma faktor kepentingan saja yang mempengaruhi kinerja rendah, tapi ketika 3 tahun ini saya duga memang mereka tidak punya kapasitas sebagai anggota DPR,” jelas Lucius saat dihubungi, Sabtu (18/1). Lucius menilai, hampir seluruh anggota DPR pada periode 2009-2014 ini memang tidak layak dipilih kembali. Menurutnya masyarakat harus disadarkan akan rendahnya kompetensi yang dimiliki oleh anggota DPR saat ini. Dia berpandangan, seharusnya anggota DPR saat ini sadar diri dengan melakukan evaluasi di internal partai dan tidak mencalonkan lagi di pileg 2014. Saya kira memang tidak layak untuk mencalonkan lagi, tapi kalau hanya kesadaran agak sulit makannya perlu kita serukan kepada masyarakat kualitas yang sudah terlalu rendah ini. Dan ini bukan bukan letupan emosi sesaat, tapi fakta dari produktfitas kinerja rendah,” katanya. Dia pun membeberkan tingkah laku anggota DPR yang memang sangat mencerminkan ketidaklayakan untuk dipilih kembali di pemilu legislatif 2014. “Tinggi perbuatan tidak etis seperti, kehadiran rapat, korupsi, skandal seks dan menonton video porno,” tegas dia. Namun demikian, dia juga berpandangan bahwa tidak semua anggota DPR memiliki kinerja buruk. Ada juga yang menujukkan kinerja baik namun sangat sedikit. “Satu-dua anggota masih bisa saya lihat mereka serius bekerja, tapi kurang tersorot media. Makanya penting untuk evaluasi kinerja masing-masing anggota,” tandasnya. Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, pihaknya telah menyebarkan kuesioner kepada seluruh kader Demokrat untuk menyaring kader yang hendak terjun lagi di pileg 2014. Nurhayati menjelaskan, dari 148 kader Demolrat yang ada di DPR, hanya dua orang yang enggan untuk dicalonkan kembali sebagai anggota DPR. “Fraksi sudah bagikan kuesioner kepada 148 anggotanya. Ada dua (kader) yang tidak ingin mencalonkan kembali karena sudah terlalu tua,” jelas dia beberapa waktu lalu. 90 Persen anggota DPR tak layak dipilih lagi di 2014

LEAVE A REPLY