Pemkab Diminta Selektif Menerima Tamu Daerah

0

BOROKO (bolmutpost.com) Pemerintah kabupaten di minta untuk lebih selektif dalam menerima tamu daerah. Karena kalau tidak selektif, imbasnya ke masyarakat bolmut itu sendiri. Paslanya, Senin (4/2) di Desa Binjeita Kecamatan Bolangitan Timur, sekelompok oknum tertentu yang mengaku dari dari Satuan Kerja proyek non Anggaran Pendapatan Belanja Negara Kementerian Keuangan yang berkantor di Kotamobagu datang  untuk menawarkan proyek pembangunan gedung sekolah Satu Atap, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Untuk melancarkan aksinya, oknum-oknum ini mengiming-imingi korbannya dengan fee yang nominalnya cukup besar. Sekelompok orang ini pun mengaku akan membangun gedung sekolah dengan dalil pembiayaannya bersumber dari dana non APBN. Padahal seperti diketahui, diluar dana APBN dan APBD tidak ada pos anggaran untuk membangun gedung sekolah, baik TK, SD, SMP maupun SMA. “Dengan adanya kejadian ini Pemkab Bolmut, para camat, Sangadi untuk lebih selektif lagi dalam menerima tamu daerah, jika memang mencurigakan silahkan dilaporkan ke pihak berwajib,” ujar Faisal warga Bolangitang.
Menanggapi masalah tersebut, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bolmut, Abdul Muis Suratinoyo SH, menjelaskan jika pihaknya setelah menerima laporan adanya oknum tersebut langsung menuju lokasi yang dimaksudkan untuk meminta keterangan lebih lanjut kepada oknum-oknum yang mengaku bisa membantu masyarakat untuk mendirikan sekolah. “Mereka di intrograsi karena ada kejanggalan. Dimana dalam acara peletakkan batu pertama tidak dihadiri satupun perwakilan dari Pemkab Bolmut. Melihat kejanggalan tersebut, kami pun telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut keabsahan legalitas kelompok Satker ini, yang salah satunya mengaku Staf Ahli Presiden Bagian Pembangunan, namun mereka terlanjur pergi meninggalkan lokasi pertemuan,” tegas Suratinoyo. Pemkab Diminta Selektif  Menerima Tamu Daerah (rhp)

LEAVE A REPLY