Peran Perguruan Tinggi Dalam Sistem Nasional Iptek

0

BOLMUTPOST.COM Dalam 10 tahun terakhir, diperkirakan lebih dari 75 persen dana penelitian yang dipersaingkan berhasil direbut staf pengajar perguruan tinggi. Dalam 2 tahun terakhir semakin banyak perguruan tinggi swasta (PTS) yang ikut terlibat dalam kegiatan itu. Dengan demikian para dosen telah diberi peluang untuk ikut aktif memajukan iptek serta mengikuti perkembangan kemajuan iptek mutakhir. Kondisi itu tentunya akan menghasilkan SDM Indonesia yang mampu bersaing. Menristek/Kepala BPPT Hatta Radjasa mengemukakan hal itu dalam peringatan puncak Dies Natalis Universitas Trisakti, di Jakarta, pekan lalu. Orasi ilmiahnya bertajuk “Pemajuan Iptek Untuk Kemajuan Peradaban”. Menurut Hatta Radjasa, kondisi itu merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan karena dalam jangka panjang akan mempercepat upaya membudayakan iptek di kalangan masyarakat. Namun, Hatta Radjasa sempat menyayangkan, adanya kecenderungan pada beberapa pemerintah daerah untuk bekerjasama hanya dengan perguruan tinggi besar yang sudah punya nama sekalipun lembaga itu berlokasi jauh di luar wilayahnya. “Kemitraan semacam itu tidaklah efisien dan sering memboroskan dana, sebab sering terjadi perguruan tinggi besar itu akan meminta tenaga perguruan tinggi setempat menjadi pelaksananya. Karena itu diperlukan kesadaran dari berbagai pihak untuk meningkatkan peran perguruan tinggi dan sumber daya lainnya setempat. Alih-alih hanya menggantungkan pada perguruan tinggi besar yang beraspirasi nasional,” ujar Hatta Radjasa. Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan para pengajar perguruan tinggi juga akan membuat penerapan tridarma bakti perguruan tinggi berjalan lebih proporsional. Karena kegiatan staf pengajar yang aktif melakukan penelitian akan meningkatkan mutu perkuliahan yang diberikannya, sebab pendidikan yang ditawarkan didasarkan pada data dan informasi baru. “Para mahasiswa, terutama mahasiswa peneliti pascasarjana akan dapat mengambil manfaat besar dari pendekatan itu. Sebab mereka bisa magang dan berteladan pada contoh kegiatan nyata yang sedang berlangsung. Dengan demikian, pembinaan SDM iptek akan lebih baik karena iklim akademik yang kondusif untuk kegiatan penelitian dan pengembangan akan terbentuk,” katanya. Dalam kaitan itu, ditambahkan Hatta Radjasa, perlu ditekankan bahwa iklim akademik yang kondusif akan menyuburkan tumbuhkan inovasi yang dibuahkan iptek. Kemanfaatan inovasi itu akan lebih ditingkatkan jika pada saat yang sama pendidikan juga berhasil menumbuhkan jiwa enterpreneurship yang diperlukan untuk mengubah potensi iptek dan inovasinya bakal meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, kata Hatta Radjasa, kepada perguruan tinggi dianjurkan untuk membina kemitraan dengan industri swasta calon pemanfaat hasil kegiatan penggalian ipteknya yang langsung dibutuhkan pihak industri. Dengan demikian perguruan tinggi tidak akan dirasakan sebagai menara gading oleh masyarakat di sekitarnya. Untuk itu, akan diperlukan adanya lingking-pin antara perguruan tinggi dan lingkungan yang dilayaninya. “Dari situ terlihat kan bahwa peran perguruan tinggi untuk ikut memajukan iptek dan mendidik kader SDM pelaku iptek seperti diamanatkan UU Nomor 18/2002 dapat dijiwai dengan baik,” tandas Hatta Radjasa. Peran Perguruan Tinggi Dalam Sistem Nasional Iptek (Suarakarya)

LEAVE A REPLY