Pelaksanaan Pemilukada Bolmut Berpotensi Rusuh

1

Pelaksanaan Pemilukada Bolmut Berpotensi Rusuh

Pelaksanaan Pemilukada Bolmut Berpotensi Rusuh – Jika tidak cepat segera diantisipasi, pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah di Kabupaten Mania ini berpotensi rusuh. Pasalnya, pasukan pengamanan yang disiapkan untuk Bolmut akan segera ditarik oleh Polres Bolmong. Rencana penarikan pasukan ini lebih disebabkan lantaran minimnya dana yang disiapkan Pemerintah Kabupaten untuk membiayai pengamanan selama pelaksanaan Pemilukada.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, dari Rp 4 miliar yang diusulkan Polres Bolmong untuk pengamanan Pemilukada, ternyata yang disetujui hanya Rp 1 miliar. Bahkan dana tersebut saat ini tinggal separuh dari jumlah yang ada. Sementara hari H sebagai puncak kegiatan masih sekitar 50 hari lebih. “Kemungkinan dua pekan depan, kami akan segera memasukan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) atas pemanfaatan dana pengamanan yang dialokasikan melalui hibah,” ujar Kapolres Bolmong, AKBP Hisar Siallagan SIK, kepada sejumlah wartawan (18/03).

Menurutnya, dari usulan dana dengan jumlah Rp 4 miliar, sudah dilakukan perubahan kembali dengan menghasilkan angka sekitar Rp 3,7 miliar. “Artinya, kami sudah berusahan menekan angka pembiayaan guna melakukan penghematan. Setelah diusulkan kembali kepada Pemkab Bolmut, jawabanya agar pemanfaatan dana Rp 1 miliar yang sudah diserahkan agar lebih di optimalkan. Alasanya, nanti akan dipertimbangkan kembali melalui perubahan APBD 2013,” kata Kapolres. Namun lanjut Kapolres, proses pengamanan Pemilukada di daerah ini sifatnya Urgen, sebab tanpa dukungan biaya operasional, proses pengaman tidak akan berjalan. “Usulan yang kami masukan terakhir itu sudah sesuai dengan  perhitungan indeks biaya pengamanan minimal dengan jumlah Rp 96 ribu per orang dalam setiap hari. Jika hanya berjumlah Rp 1 miliar untuk pengamanan, otomatis proses pengamanan akan terhenti ditengah jalan. Artinya, dana yang disiapkan tidak mampu membiayai ratusan personil yang diturunkan untuk melakukan pengamanan. Jadi dengan sendirinya proses pengamanan akan terhenti sebelum pelaksanaan Pemilukada usai,” terang Kapolres.

Lebih lanjut perwira dua melati ini menjelaskan, biaya pengamanan di Bolmut ini sangat berbeda dengan kesiapan biaya di Pemkot Kotamobagu untuk pelaksanaan Pilwako. Sebab, pemerintah Kota Kotamobagu saat ini telah menyiapkan anggaran pengamanan sejumlah Rp 3,7 miliar lebih. “Coba bayangkan wilayah Kota Kotamobagu itu berdekatan dengan kantor Polres dan luas wilayahnya hanya seputaran, tapi secara rasional mereka menyetujui jumlah dana yang kami siapkan. Kalau Bolmut, kami harus menempuh jarak yang cukup jauh dari Mapolres, serta wilayah pengamananya akan dilakukan dari perbatasan Sangkub sampai Pinogaluman. Tapi dana yang disiapkan oleh pemerintah daerah hanya Rp 1 miliar dengan saran kiranya dapat dioptimalkan,” ungkap Kapolres. Sehingga dia berharap dengan minimnya biaya pengamanan, mudah-mudahan Pemilukada di Bolmut berjalan aman dan lancar, hingga selesai.”Pokoknya banyak berdoa saja mudah-mudahan pemilukada Bolmut akan aman,” pungkas Kapolres.(rhp)

LEAVE A REPLY