APL Desak bupati cabut ijin kelapa sawit

0

BOROKO – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Lingkungan (APL), Kamis (21/03) tadi siang, melakukan demo di kantor bupati dan DPRD. Para mahasiswa ini menuntut agar bupati Drs Hamdan Datunsolang MM, segera mencabut ijin perkebunan kelapa sawit yang telah diterbitkan oleh Pemerintah kabupaten. “Kami mendesak bupati Bolmut segera mencabut ijin perkebunan sawit yang sudah diterbitkan, karena sangat merugikan para petani yang ada di daerah ini,” ujar Djunaidi Harunja SH. Wilayah operasional pihak perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan sesuai  ijin yang diterbitkan Pemkab Bolmut berada di Kecamatan Sangkub, Bolangitang Timur, Kaidipang dan Kecamatan Pinogaluman. Pemberian ijin atas perusahaan kelapa sawit ini dituding hanya akan merugikan para petani di daerah, sebab hanya memberikan keuntungan yang besar kepada pengusaha. “Tidak benar keberadaan perkebunan kelapa sawit ini untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” tegas Harunja. Sementara itu, Koordinator Lapangan Abdul Agus Heydemans, mengatakan dari beberapa kajian akademik, dengan mengalihkan status lahan untuk perkebunan kelapa sawit tidak memberikan nilai tambah apapun bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi ekologis. “Alasanya, sesuai penelitian dalam 1 pohon kelapa sawit bisa menyedot air mencapai 12 liter per hari. Coba bayangkan, sesuai ijin Pemkab Bolmut ada 40 ribu hektar lebih luas lahan yang dijinkan kepada perusahaan, kemudian dikalikan selama 25 tahun. Berapa banyak kebutuhan air untuk pertumbuhan perkebunan sawit. Sehingga kami memprediksi bendungan dan saluran irigasi yang ada di Bolmut terancam mengalami kekeringan,” beber Agus yang juga ketua Pengurus Besar Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolmong Utara (KPMIBU). Dia juga menjelaskan, jika saluran irigasi sudah mengalami kekeringan maka ribuan hektar sawah di Bolmut juga akan gagal panen. “Pokoknya kami secara tegas menolak perkebunan sawit yang ada di Bolmut. Bahkan saat ini Analisis Mengenai Dapak Lingkungan (AMDAL) belum ada, justru bupati Bolmut telah menandatangani 8 ijin untuk 4 perusahaan,” pungkasnya. Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, akhir tahun 2012 Pemkab Bolmut telah menerbitkan ijin yang ditandatangani bupati untuk 4 perusahaan masing-masing, PT Global Asia Plantation dengan luas arel 9.299,75 Ha, PT Global Green Indah luas lahan 9.8.5,71 ha, PT Goldman Asia Plantation luas lahan 9.442,20 ha, dan PT Anugrah Bolmut Perkasa dengan luas lokasi 9.851,40 ha. Jika dihitung secara keseluruhan maka loas lahan yang diijinkan untuk perebunan sawit mencapai 40 ribu hektar lebih. Bahkan masing-masing perusahan mendapat 2 ijin masing-masing ijin pembukaan lahan dan ijin lokasi untuk pembangunan kelapa sawit.  (rhp)

LEAVE A REPLY