Diduga Bantuan Siswa Miskin Di Sunat Kepsek Satap

0
Diduga Bantuan Siswa Miskin Di Sunat Kepsek Satap

Diduga Bantuan Siswa Miskin Di Sunat Kepsek Satap

Program bersifat bantuan langsung kepada siswa

Diduga Bantuan Siswa Miskin Di Sunat Kepsek Satap – Program pemerintah pusat untuk mensukseskan pendidikan salah satunya adalah memberikan bantuan Bea Siswa Miskin  bagi siswa yang dinilai tidak mampu. Namun bantuan itu tentunya juga diperlukan keseriusan dari pemerintah daerah untuk menyalurkannya sesuai dengan jumlah dan kategori penerimanya. Lain halnya di Kabupaten bolmut, bantuan Bea Siswa Miskin di daerah ini diduga disunat oleh oknum Kepala Sekolah.

Menurut keterangan sejumlah sumber yang tidak mau di publikasikan namanya, Dana bantuan siswa miskin Sekolah Dasar telah disunat Kepsek Satap SD, SMP Sangtombolang Alias LP, dana yang seharusnya di terima Rp.500.000/siswa, mereka hanya menerima Rp.400.00 / Siswa.

Sementara itu Kepsek Satap Sangtombolang, yang di hubungi melalui via handphone genggamnya beberapa kali mengaku,  Ada siswa yang menerima Rp.280.000 dan ada juga yang menerima 180.000, di Tanya soal berapa siswa yang menerima beasiswa, kepsek mengaku ada 10 orang tapi yang menerima hanya 8 orang saja, karena 2 siswa sudah tidak terdaftar lagi di sekolah. setiap siswa itu beda-beda, dan saya ngak tau kenapa beda (mungkin yang ba urus pe doi oto), yang saya tau, di kasih dari Kantor Pos begitu yach saya terima begitu juga dan langsung saya serahkan ke siswa yang bersangkutan jelas Kepsek Satap sambil mematikan hpnya” (sampai berita ini pihak kantor pos bintauna belum bisa di hubungi)

Kadis Dinas pendidikan pemuda dan olah raga Dra Fatsoen Bata, ketika di konfirmasi belum mengetahui masalah ini, “ saya belum tau masalah ini, nanti akang saya tindak lanjuti, tegas Bata”

Menanggapi hal tersebut, pemuda pemerhati pendidikan Djunaidi Harundja mengatakan, sangat menyesalkan tindakan seorang kepala sekolah yang memotong Bantuan beasiswa Miskin (BSM) para siswa, karena Program ini bersifat bantuan langsung kepada siswa dan bukan beasiswa, karena berdasarkan kondisi ekonomi siswa dan bukan berdasarkan prestasi (beasiswa) mempertimbangkan kondisi siswa, sedangkan beasiswa diberikan dengan mempertimbangkan prestasi siswa. Tegas Harundja.

Ditambahkan  Besar  dugaan pemotongan dana Bea siswa Miskin itu  perlu diusut tuntas oleh pihak berwajib. “Jika benar dana untuk siswa miskin itu disunat  oleh kepsek,  maka penegak hukum  segera memproses dan mengusut tuntas kasus tersebut, ” tandasnya  (rhp)

LEAVE A REPLY