2 Panwascam Beber Penyelewengan Dana Panwaslu Bolmut

3

2 Panwascam Beber Penyelewengan Dana Panwaslu Bolmut

2 Panwascam Beber Penyelewengan Dana Panwaslu Bolmut – Ismail Yarbo, Ketua Panwaslu Kecamatan Kaidipang, mengaku akan melaporkan Panwaslu  Bolmut karena diduga telah menyalahgunakan dana Pilkada. Pihaknya mencurigai penyelewangan anggaran Panwaslu dilakukan oleh oknum anggota Panwaslu bernisial MH alias Mus.

Ismail didampingi Ketua Panwascam Bolangitang Barat, Saiful Djenaan, mengungkapkan, beberapa kejanggalan yang terjadi, seperti dugaan pemalsuan tanda tangan pada surat pertanggungjawaban (SPj) milik Panwascam, hingga mark-up anggaran sewa mobil anggota Panwaslu selama 10 bulan sebesar Rp 7,5 juta per orang. “Kami sendiri tidak tahu menahu dengan SPj beberapa Panwascam yang dipalsukan oknum staf di Panwaslu, ” beber mereka Rabu (03/07).

Menurut mereka, pemanfaatan anggaran Panwaslu tidak mengacu pada regulasi jelas, seperti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 tahun 2009 tentang Pedoman Belanja Pilkada. Sebaliknya, anggaran yang tersedia malah dikuras habis dengan merekayasa bukti pertanggungjawabannya. “Masa anggaran yang tersedia justru habis begitu saja. Patut kami curiga, ada anggaran operasional anggota Panwaslu digunakan diluar tahapan Pilkada. Padahal, tahapan hanya sampai bulan Mei, sementara mereka punya sampai Oktober, dengan nominal dana senilai Rp 90 juta,”  tutur mereka.

Lanjut mereka, dengan penggunaan dana Gakumdu sebesar Rp 50 juta yang diduga tidak dipakai. “Makannya itu, kami minta dananya diaudit saja oleh BPK. Jika tidak ini akan kami perkarakan ke wilayah hukum, ” ancam Ismail yang turut diiyakan Saiful.

Di tempat terpisah, personil Panwaslu Bolmut, Mustarin Humagi, waktu dikonfirmasi wartawan, enggan mengomentari tudingan Panwascam tersebut, dirinya beralasan saat ini tengah mengalami sakit keras. Pun begitu, Mustarin berdalih, persoalan dana Panwaslu itu merupakan tanggungjawab pihak sekretariat. “Saya sedang sakit keras. Bisa hubungi ketua langsung atau ke sekretaris langsung. Karena mereka yang tahu persis pengelolaan anggarannya,” kata Mustarin melalui layanan pesan singkat ponsel pribadinya.

Sementara itu, Sekretaris Panwaslu Bolmut, Abdul Hais Hasan, mengklaim, pihaknya telah berupaya memanfaatkan anggaran tersebut secara maksimal. Dia juga membantah, kalau stafnya telah melakukan pemalsuan cap atau tanda tangan beberapa Panwascam. “Anggaran sesuai dengan peruntukan dan penggunaan, jadi tidak ada masalah. Untuk pemalsuan tanda tangan, saya pikir mereka hanya mengada – ada,” ucapnya.

Kemudian, mengenai ancaman pihak Panwascam itu, Abdul Hais, mengaku tidak gentar. “Jika masalah ini mau digiring ke ranah hukum tidak masalah bagi kami. Apapun tudingan, tidak ada kejanggalan dalam dana Panwaslu,” pungkasnya. (***)

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY