Merugikan daerah, pemkab diminta cabut izin perusahaan kayu

0

BOLMUTPOST.COM – Adanya penebangan secara besar-besaran oleh sejumlah perusahaan kayu yang beroperasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boroko) menjadikan sejumlah warga yang tinggal dikaki gunung dimana perusahaan melakukan pembalakan kayu secara besar-besaran sangat rawan dengan bencana, tidak hanya harta, nyawa pun bisa saja menjadi taruhannya. Pasalnya dengan adanya penebangan kayu yang ada dihutan, jelas akan mempermudah bencana banjir mengintai masyarakat. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka sejumlah warga yang berada di desa Nunuka Kecamatan Bolangitan Timur, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bolmut untuk segera mencabut izin seluruh perusahaan yang hingga kini masih melakukan penebangan. “Walaupun izin operasionalnya masih berlaku, kami meminta dengan tegas supaya secepatnya Pemkab Bolmut segera mencabut sejumlah perusahaan kayu yang masih beroperasi, sebab hingga kini terus dibayang-bayangi oleh banjir yang disebabkan adanya penebangan secara besar-besaran oleh perusahaan kayu tersebut,” terang sejumlah warga Nunuka yang tidak ingin namanya dikorankan. Mereka berharap agar kiranya Pemkab bolmut jangan hanya melihat sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari perusahaan kayu tersebut, tanpa melihat nasib warganya. “Kami menantang Pemkab Bolmut untuk segera mencabut izinnya, jika memang pemerintahan yang sekarang ini tidak mampu, kami sangat berharap agar kiranya pemerintahan dibawah kepemimpinan Bapak Drs Depri Pontoh dan Suriansyah Korompot SH, nanti dapat merealisasikan aspirasi kami ini, sebab sebagian besar masyarakat yang ada di Bolangitan ini merupakan pendukung mereka, dan area yang terbesar digunakan sebagai lahan produksi kayu ada di Kecamatan Bolangitan ini,” jelas mereka lagi. Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (Dispertanakhut) bolmut, Ir Saeroji MSi, ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa hingga kini ada 4 Industri  kayu, dan 10 timbunan kayu yang masih beroperasi. “Jika memang sangat merugikan masyarakat jelas akan kita cabut izin operasinya,” tegas Saeroji. Merugikan daerah, pemkab diminta cabut izin perusahaan kayu (krol) 

LEAVE A REPLY