Resensi Buku

0

BOLMUT POST – Praktik korupsi di Indonesia sudah merajalela bagaikan gurita. Sebagian pelakunya berhasil dipenjarakan, tapi. Sebagian masih bisa lolos. Dan lenggang kangkung. Hukuman fisik saja tak membuat para koruptor kapok.  Apa yang harus dilakukan agar tercipta efek jera ? Praktik korupsi menyebabkan rusaknya semua sistem dan sendi kehidupan bernegara. Korupsi dan lemahnya penegakan hukum juga jadi penghambat pembangunan dan memperparah kemiskinan jutaan rakyat Indonesia. Bagaimana sebaiknya korupsi diberantas ?  Hukuman bagaimana yang dapat menimbulkan efek jera bagi para koruptor ? Muhamad Yusuf, Kepala PPATK yang berpengalaman 20 tahun sebagai jaksa menawarkan solusi pemberantasan. Korupsi melalui tindakan perampasan aset. Tersangka pelaku korupsi tak perlu dituntut secara pidana. Penegakan hukum cukup dilakukan dengan penelusuran harta kekayaan yang dimiliki tersangka. Lalu, ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan dalam upaya mengembalikan harta negara. Kupasan buku Merampas aset koruptor, solusi pemberantasan korupsi di Indonesia itu diterbitkan Penerbit Erlangga.  Buku setebal 272 itu terdiri atas 6 bab. Bagi peminat di Bolmong Utara dapat mengunjungi Perpustakaan Daerah Bolmong Utara, Jalan Trans Sulawesi, Desa Kuala No 150. “Buku ini termasuk stok baru di perpustakaan daerah,”urai Mursalin, Kasi Akuisisi dan Deposit Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah. Resensi Buku  (Rhp)

LEAVE A REPLY