Investasi Logam Mulia Pegadaian KJ

1

BOLMUT POST — Resah dan gelisah. Itu yang menggelayut di hati Rahim (37) warga Bintauna. Betapa tidak, maksud hati memiliki logam mulia jenis emas. Apa daya, belum jua terpenuhi. Sementara dana sekira Rp 2 Juta lebih sudah disetor di Kantor Pegadaian Boroko. 3 bulan silam. Ikhwalnya begini. Rahim yang dikenal ustad di Bintauna itu. Kepincut dengan program investasi logam mulia made in pegadaian. Percaya 100%. Sebab pegadaian adalah perusahaan milik pemerintah. Rahim hanya ingin merambah bisnis investasi dengan harapan menambah penghasilannya. Dibidiklah program kantor yang ber Brending “mengatasi masalah tanpa masalah”. Rahim lalu menuju Kantor Pegadaian di Boroko. Dana Rp 2 Juta lebih pun disetor. “Waktu itu diterima sama petugas. Katanya, pekan depan, emasnya akan diterima,”beber pria berkulit hitam manis itu. Setelah menanti sepekan. Alumnus STAIN Gorontalo itu mengecek dengan hati berdebar. Bukannya kilauan emas yang didapat. Lagi-lagi, janji yang diterima. Sabar dan minggu depan. “Cuma itu terus yang dikatakan,”jengkel Rahim. Waktu sudah berjalan 3 bulan. Emas yang diharap Rahim pun tak jelas. Ada atau tak ada. “Mestinya kepercayaan masyarakat jangan disalahgunakan pihak pegadaian. Jangan-jangan ada oknum nakal disana,”kata Saleh menduga. Pimpinan pegadaian wilayah diimbau menelusuri dan menuntaskan ketidakbecusan program investasi logam mulia di Boroko. Sementara itu Kepala Unit Pegadaian Capem boroko Ratna Dewi Mamonto SE ketika dikonfirmasi mengatakan, Sesuai dengan prosedur, jika nasabah yang sudah menyetor uang investasi ke Pegadaian maka akan mendapatkan logam mulia atau emas, satu hingga dua bulan baru akan diberikan emas. “Soal emas yang dikeluhkan oleh salah satu investor itu, barangnya sudah ada di capem lolak/inobonto dan baru akan dijemput untuk dibawa ke boroko,” jelas Dewi. Investasi Logam Mulia Pegadaian KJ  (***

LEAVE A REPLY