Kelebihan lemak dapat mengganggu sistem energi sel jantung, kata studi

0 1

Washington: Lemak berlebih di dalam jantung dapat menyebabkan peningkatan risiko gagal jantung dua kali lipat lima hingga lima kali lipat pada penderita diabetes, sebuah penelitian menemukan.

Jantung adalah organ yang paling haus energi dalam tubuh. Sama seperti mesin pembakaran yang membakar bahan bakar untuk menyalakan piston, sel jantung sehat mengkonsumsi molekul bahan bakar untuk menciptakan energi yang diperlukan agar jantung tidak memompa.

Produksi energi penting ini terjadi di dalam mitokondria, organel “powerplant” mandiri di dalam sel.

Meskipun mitokondria dalam hati yang sehat terutama menggunakan asam lemak sebagai bahan bakar, namun dengan mudah dapat menyesuaikan diri dengan penggunaan molekul bahan bakar lain, termasuk zat glukosa, laktat, dan keton.

Diabetes, bagaimanapun, mengurangi adaptasi metabolik otot jantung dan menyebabkan sel jantung terlalu banyak menggunakan lemak sebagai bahan bakar metabolik.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation Research, menemukan kelebihan lipid jantung ini menyebabkan banyak mitokondria kecil yang tidak berfungsi yang tidak menghasilkan energi seefisien mitokondria normal.

“Diabetes, yang mempengaruhi hampir 30 juta orang Amerika, secara signifikan meningkatkan risiko gagal jantung, dan salah satu manifestasi kardinal dari hati penderita diabetes adalah kecenderungan untuk terlalu sering menggunakan lemak sebagai bahan bakar metabolik, yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan mitokondria dan jantung. , “kata E Dale Abel, dari University of Iowa di AS.

“Kami telah menunjukkan dan mendeteksi bagaimana meningkatkan jumlah lemak (lipid) yang dikonsumsi jantung menyebabkan perubahan dramatis pada struktur dan fungsi mitokondria di jantung,” kata Abel.

“Studi ini memberi sebuah jendela baru bagaimana perubahan mitokondria ini bisa terjadi di hati yang kelebihan lemak,” katanya.

Untuk mengetahui konsekuensi kelebihan berat lipid pada mitokondria, tim menggunakan tikus hasil rekayasa genetika yang meniru peningkatan serapan asam lemak (lipid overload) yang menjadi ciri diabetes.

Dalam model tikus, penyerapan lipid ke jantung berlipat ganda. Peningkatan sederhana ini menghasilkan mitokondria yang menjadi lebih tipis dan lebih bengkok daripada mitokondria di sel jantung sehat.

Perubahan struktural ini (hampir seperti mie yang meliuk-liuk melalui jantung) menyebabkan munculnya fragmentasi mitokondria saat dicitrakan oleh mikroskop elektron konvensional.

Studi ini juga mengungkapkan penyebab molekuler perubahan struktur mitokondria. Kelebihan lipid berlebih menyebabkan peningkatan kadar zat perusak yang disebut spesies oksigen reaktif (ROS).

Temuan menunjukkan bahwa overload lipid jantung mengganggu struktur mitokondria normal, yang dapat mengganggu produksi energi dan membahayakan fungsi jantung.

Leave A Reply

Your email address will not be published.