leaderboard gantian

Mie Samyang Mengandung Fragmen DNA Babi, BPOM Minta Penarikan Produk

0 55

Mie Samyang Mengandung Fragmen DNA Babi, hal tersebut di nyatakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan meminta penarikan produk mie asal korea itu. diketahui ada Ada empat produk Mie Samyang yakni Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mie instan Yeul Ramen).

Menurut Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito, ini sudah melalui tahapan, dan sudah menyuruh seluruh kepala balai untuk menariknya sendiri tapi seharusnya importirnya yang menarik itu sendiri dengan peraturan yang ada,” jelasnya, Minggu (18/6/2017).

Masyarakat harus mendapatkan perlindungan untuk membeli makanan, untuk itu seluruh jajaran BPOM untuk menarik produk mie tersebut di manapun berada, “pinta penny.

Produk Mie Samyang (U-Dong) dan Samyang (rasa Kimchi) dinyatakan positif mengandung fragmen babi dan ditarik oleh BPOM. MUI menyatakan, produk ini memang tidak mendapatkan dan mengajukan sertifikasi halal.

Produk mie yang dinyatakan mengandung fragmen babi itu yakni Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mie instan Yeul Ramen).

“Belum (berlabel MUI), Samyang ada beberapa importir dan rasa jenis Samyang. Yang dirilis BPOM belum mendaftar sertifikasi halal juga, tidak ada bersertifikasi halal dan belum mendaftar ke MUI juga,” kata Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengapresiasi peringatan yang diterbitkan BPOM, karena mengandung fragmen DNA babi.

Diketahui berdasarkan surat perintah tertanggal 15 Juni 2017 itu BPOM meminta produk tersebut ditarik lantaran tidak mencantumkan peringatan ‘Mengandung Babi’ pada label.

“Walau terkesan Badan POM terlambat karena produk mi instan ini sudah lama beredar di pasaran. Kenapa baru sekarang ada public warning?” Kata Tulus dalam keterangan yang diterima, Minggu (18/6/2017), seperti dilansir dari laman tribun.

Menurutnya, menarik produk dari pasaran itu hanya dari aspek perdata. Seharusnya tidak cukup menarik dari pasaran, tapi ada upaya hukum yang lain.

Sementara itu, Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan mengapresiasi langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik produk mi instan asal Korea yang diduga mengandung babi.

Komisi IX menyebut langkah tersebut sudah tepat mengingat sekarang umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menyebut tindakan penarikan produk mi instan diduga haram tersebut sebagai salah satu upaya perlindungan konsumen yang memang semestinya rutin dilakukan.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More