kadow akhir tahun

Oleh : Abdul Agus Heydemans

Kadow Akhir Tahun FOR 100 Hari Pemerintahan Baru – Boroko, Kamis 12 desember 2013 genaplah 100 hari Pemerintahan “JUARA” dibawah kepemimpinan Bupati Bolaang Mongondow Utara, Bapak Drs, Hi. Depri Pontoh, mAYBe this time, I will be back to write againt dalam Dasboard saya. Ada sesuatu yang kurang rabun dibaca atau sometimes rada-rada srek di dengar (kate orang betawi) Okey ! sebagai pembuka catatan singkat ini, Gini Loh Bro…Begitu banyak bupati dan walikota di indonesia ini tapi jarang dan sangat sedikit yang menonjol seperti mantan walikota solo sekarang gubernur DKI. Tentu ini bukanlah sebuah kesimpulan, tapi pada umumnya bupati/walikota ternya biasa-biasa saja, banyak berjanji diawal. Kita tidak tahu akan seperti apa nantinya Q DONI PANGULU yang baru ini. Apakah akan menjadi DONI yang biasa-biasa saja ataukah akan menjadi bupati yang tergolong sedikit itu, bahkan mungkin saja akan menjadi Q DONI yang sama mengecewakan dengan Q DONI sebelumnya.

Hormat DONI PANGULU  yang selalu dan tetap saya hormati – terutama sebagai pribadi. Saya sempat berbesar hati manakala mendengar langsung pernyataan DONI PANGULU yang mengatakan, mendukung segala program yang pro rakyat dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang “juara” (jujur adil dan sejahtera) pada beberapa kesempatan dipertemua-pertemuan. Tapi kemudian perasaan saya itu berubah, ketika menyaksikan ketidakjelasan sikap menolak perkebunan sawit (iiito portama), koduo; semberautnya perekrutan cpns tahun ini. Belum hilang kekecewaan saya yang kemarin terhadap bupati sebelumnya, mempersilahkan begitu saja orang-orang “instan” masuk dalam lingkaran birokrasi, membiarkan perusahan sawit masuk begitu saja, serta mempertahankan eksploitasi hutan (hph) di tanah ini. Sepertinya DONI PANGULU sudah lupa dengan kita yang sungguh peduli dan selalu mengingatkan akan semua itu termasuk masuk kader-kader baru yang lahir dari selembar kertas ijazah instan. DONI PANGULU ….,

Saya jadi heran, dan terus bertanya Kaanuko sebenarnya Tambato DONI PANGULU ?  Setelah menduduki jabatan baru ini…? belum ada kebijakan-kebijakan yang DONI PANGULU keluarkan terkait dengan beberapa hal yang saya sebutkan diatas, menjadi tidak sesuai harapan apa yang pernah DONI PANGULU sampaikan (janji kampanye) dalam setiap kali kesempatan pada waktu mempromosikan diri sebagai calon bupati waktu itu. Benar, DONI PANGULU bukan satu-satunya yang bertanggungjawab terhadap “LIPU IIINI” , tetapi karena jabatan yang melekat pada DONI PANGULU saat ini sehingga perhatian para aktivis maupun pemuda tertuju kepada DONI PANGULU sebagai kepala pemerintahan di tanah ini.

Q DONI PANGULU yang selalu saya hormati..! Saya tidak akan masuk dalam wilayah politis menyangkut kebijakan-kebijakan (apa yang diuraikan diatas), saya lebih mengedepankan realita. Itulah juga spirit yang kira-kira telah mendasari demonstrasi oleh beberapa pemuda dan mahasiswa tanggal 28 oktober 2013 belum lama ini. Mungkin Q DONI PANGULU  tidak menganalisa lebih detail lagi. Seyogyanya, aksi-aksi itu berlangsung bukan hanya memperingati momentum hari sumpah pemuda kemaren, namun mungkin saja sebuah isyarat, apa yang sebenarnya menjadi kerisauan publik selama ini, DIO KINOTAWA DONI ? ataukah Q DONI sengaja menganggap remeh gerakan itu, hanya Q DONI PANGULU dan OOTA TOGI KUMOTAU ! Sayangnya Q DONI PANGULU tidak mendengar langsung tulusnya hati masyarakat yang mengadu dan mengeluh akhir-akhir ini, syukurlah sebagian pemuda (ketua knpi BOLMUT saat ini) ikut mengambil bagian walaupun hanya sebatas diskusi-diskusi untuk mencairkan suasana.

Saya bisa memastikan gerakan dan aksi baru-baru itu murni tanpa ada tendensi kepentingan apapun, karena memang masyarakatlah yang akan terkena dampak langsung dari carut marut kebijakan yang terlanjur keliru sebelumnya, apalagi semberautnya daerah ini pasca agenda politik (pemilukada) kemarin. Pastilah DONI PANGULU tahu, demonstrasi yang terjadi pada perekrutan cpnsd dari tahun 2008-2013 bukanlah gerakan yang didasari sakit hati ataupun sebuah bentuk aksi pemberontakan terhadap pemerintahan (HD-DP) sebelumnya, tetapi itu semua terjadi akibat tak ada lagi format yang mampu menyaring kebijakan sesuai harapan sebagian besar rakyat, jangan sampai dikemudian hari akan muncul bahasa-bahasa dari rakyat seperti ini; “selama ini nampaknya, DONI PANGULU hanya pandai mencari empati masyarakat”. Bisa dibilang, sudah dua periode ini DONI PANGULU menjabat walaupun sebelumnya wakil bupati, namun belum terlihat perubahan mendasar yang pemerintah lakukan. Arah kebijakan yang ada belum memperhatikan sisi sosilogi kultur masyarakat, contoh kecil perekrutan cpnsd tetap saja seperti sebuah jalan menuju kericuhan di negeri ini. Transaksi “nasib” semakin marak baik oleh pengusaha dan penguasa. Sogok terjadi dimana-mana, pengguna ijazah instanpun terkesan anda biarkan. Faktanya, masyarakat tetap miskin. Untuk sekadar makan saja susah, konon lagi mengganti atap rumah mereka yang sejak lama bocor. Lalu dimanakah kemajuan itu ? Masyarakat yang menggantungkan dirinya pada sawah-ladang, mau tidak mau akan kehilangan itu semua oleh gempuran investasi hph, masuknya perusahan sawit dan akhir-akhir ini terdengar menyelinap masuk keteling saya investor pasir besi.

Dulu bolmut masih terkenal penghasil beras, kopra dan buah-buahan, tetapi sekarang tinggal cerita. Di manakah lakon pemrintah selama ini, wahai Kanjeng ? Apakah cukup dengan On the fly and on the road ke luar daerah ?, menggelar seminar dan worshop yang seringkali tak tepat sasaran itu ? Dalam beberapa tahun terakhir ini, terkait problem (ijazah palsu, hph dan perusahan sawit), saya salah satu orang yang harus bersebrangan dengan pemerintahan sebelumnya melalui aksi-aksi (demonstrasi), sangat berharap ketegasan dari pemerintah agar kasus-kasus semacam ini selesai dan tidak akan pernah terulang kembali. Forgetlahhh….., bangun tanah leluhur kita dengan konsep (Juara) yang benar serta berdasarkan kebutuhan hidup yang berkelanjutan. Bolmut akan maju tanpa harus mempertahankan atau malah mendatangkan investasi yang hanya akan mendatangkan musibah dikemudian hari. Bolmut adalah milik kita semua yang harus kita jaga bersama. Musuh kita yang paling utama adalah kebodohan dan pembodohan, kemiskinan dan pemiskinan, DONI PANGULU , yang selalu dan tetap saya hormati – terutama sebagai pribadi –  tulisan ini bukan bermaksud UNTUK OUT luapan emosi DONI PANGULU, tetapi hadir karena INGIN mengingatkan DONI dan kita semua, PLEASE CONTROL dan MEMBER juga FOR inveSTOR yang ingin COME IN di daerah ini, yang sering mengatakan bahwa ini semua demi membuka lapangan pekerjaan, mendatangkan PAD dll. Ambilah langkah-langkah tegas bila itu hanya mendatangkan musibah ketimbang kesejahteraan.

THE LAST, saya lampirkan KADOW lirik lagu Alm. Idris M Buhang ini, kepada kita semua. “Nandobu Pamai Nasibu Nora’yato Nogo’gina‘, numa ki’ di’iya Suangia Gu Toginia Lipu, Biye Numa Tano’ Agu Pisingo, Angga Numa Kidiya Totongola I Nami”.  Kadow Akhir Tahun FOR 100 Hari Pemerintahan Baru

Tinggalkan Komentar Anda

Please enter your comment!
Please enter your name here