Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan banner hut bolmut ke 12
iklan banner ramadhan 1440 h

Awal Baik Kejari Boroko

0 823

Catatan: Satrin Pier Lasama

MESKI baru aktif beroperasi sekitar satu tahun, Kejaksaan Negeri (Kejari) Boroko boleh dibilang cukup berhasil dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) di Kabupaten Bolmut. Mengapa tidak, pasca peralihan status dari Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) menjadi Kejari, korps baju coklat dibawah pimpinan Dwianto Prihartono SH MH, selain menangani kasus pidana umum dan kasus-kasus perdata dan tata usaha negara, juga telah berhasil menguak dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ditubuh Pemkab Bolmut.

Penetapan dua tersangka masing-masing mantan bendahara berinisial LB alias Mimi dan MFB alias Adi yang kini masih aktif sebagai Kabag Humas, berdasarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) nomor 67/R.1.19/FD-I/09/2013, dan Sprindik nomor 68/R.1.19/FD-I/09/2013 tertanggal 17 September 2013, merupakan terobosan pertama Kejari Boroko dalam penanganan dugaan kasus tindak pidana korupsi di daerah ini.

Kedua PNS tersebut ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan penyimpangan pada pos anggaran di  Bagian Humas Pemkab Bolmut pada tahun 2012 Rp 3 miliar dan tahun 2013 senilai Rp 2 miliar. Hasil penyidikan tim jaksa, ada salah satu pos anggaran yang dicairkan disinyalir telah di mark up oleh oknum bendahara yang turut dibenarkan oleh mantan Kabag Humas.

Hasil pemeriksaan silang dengan status saksi, kedua tersangka pun dilakukan dan keduanya saling membongkar peristiwa seputar proses pencairan dana termasuk aliran dana yang masuk ke pos-pos pembiayaan misterius. Bagkan disinyalir ada dana yang mengalir untuk pemenangan salah satu pasangan bupati dan wakil bupati pada Pemilukada Bolmut baru-baru ini. Selanjutnya untuk membuktikan keabsahan adanya kerugian negara, Kejari Boroko menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit. Sehingga pada 18 Desember baru-baru ini Kejari Boroko melakukan penahanan terhadap tersangka LB alias Mimi berdasarkan surat perintah penahanan nomor Prin-98/R.1.19/Sd.1/12/2013.

Penahanan ini dilakukan lantaran tersangka LB akhir-akhir ini mulai tidak kooperatif dalam memenuhi panggilan jaksa penyidik. Dengan alasan keamanan, tersangka tidak ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kotamobagu, melainkan langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Malendeng Manado. “Kami turut memberikan apresiasi kepada Kejari Boroko karena telah berhasil membongkar skandal dugaan tindak pidana korupsi di kabupaten Bolmut. Kami juga berharap pada tahun 2014 mendatang agar dapat kembali melakukan pengusutan terhadap kasus yang sama, sebab saat ini ada sejumlah kegiatan ditubuh Pemkab Bolmut disinyalir berbau tindak pidana korupsi,” ujar Ketua Pengurus Besar (PB) Kerukunan Pelajar Majasiswa Indonesia Bolmong Utara, Abdul Agus Heydemans.(***)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.