Bolmut News

Wabup Minta Proyek Fisik Tepat Waktu

Wabup Minta Proyek Fisik Tepat Waktu

BOLMUTPOST  – Banyaknya proyek fisik di tahun 2014 yang dikerjakan tidak mencapai hasil maksimal sehingga berdampak pada pemutusan kontrak membuat wakil bupati Bolmut Suriansyah Korompot SH, mengingatkan kepada pihak kontraktor agar dapat mengerjakan proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 ini bisa dikerjakan secara baik dan tepat waktu.
“Pada tahun 2014 lalu, sejumlah proyek harus diputus kontraknya, hal ini disebabkan pihak kontraktor tidak mampu menggunakan waktu yang telah diberikan dengan baik, oleh karena itu diharapkan pada tahun ini pemutusan kontrak kerja tidak terjadi lagi,” Selain tepat waktu, Korompot berharap agar kiranya pekerjaannya dilaksanakan tetap memenuhi unsur serta mekanisme dalam proses pembangunan.
“Jangan hanya persoalan waktu, para penyelenggara pembangunan akan melaksanakan kegiatannya dengan tidak memperhatikan kualitas dari pembangunan yang dilaksanakan, sebab jika seperti itu maka masyarakat yang nantinya akan dirugikan,” ujar Korompot.
Selain itu pula Korompot mengingatkan agar predikat Wajar Dalam Pengecualian (WDP) yang telah diterima Pemkab Bolmut dalam proses pengelolaan keuangan dan administrasi tahun 2013 harus dipertahankan jika perlu ditingkatkan, oleh karena itu salah satu unsur yang harus dilaksanakan adalah memperhatikan kualitas dan kuantitas pekerjaan proyek.
“Salah satu yang masih menjadi momok Pemkab Bolmut menerima predikat pengelolaan keuangan dan administrasi yang buruk adalah dari proses pekerjaan fisik yang tidak baik, oleh karena itu tim terpadu yang telah dibentuk oleh Pemkab Bolmut akan benar-benar melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pekerjaan yang telah dilaksanakan secara teliti,” tegas papa Fatur sapaan akrabnya.
Sementara itu Djunaidi Harundja, salah satu aktivis Bolmut mengingatkan agar kiranya Pemkab Bolmut bisa selektif dalam proses lelang maupun penunjukan langsung kepada pihak kontraktor, sebab pada tahun 2014 lalu, ada beberapa kontraktor yang mendapatkan sejumlah proyek sehingga mereka tidak fokus lagi terhadap proyek yang mereka lakukan.
“Tidak hanya masalah waktu, namun pada tahun lalu ada beberapa kontraktor yang mendapatkan lebih dari satu proyek dalam waktu yang bersamaan, sehingga mereka tidak fokus lagi mengerjakannya sehingga tidaklah heran jika ada beberapa pekerjaan yang tidak selesai karena harus diputus kontraknya,” tegas Harundja. (rhp)

Tags

Refli Hertanto Puasa

Blogger, Web Design, IT Consultant, Copywriter dan Cyber Journalisme dari Bolaang Mongondow Bagian Utara, Sulawesi. Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak lebih jauh di dunia pengembangan web media dan Pemerintah Daerah.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close