Ultimate magazine theme for WordPress.

Selangkah Lagi Provinsi Bolmong Raya Terwujud

2 32

Selangkah Lagi Provinsi Bolmong Raya Terwujud

Bumi Totabuan Sudah layak Secara administratif

Selangkah Lagi Provinsi Bolmong Raya Terwujud – Masyarakat bumi totabuan terus mendorong Pemprop Sulawesi Utara (Sulut), menyeriusi pembentukan Provinsi Bolmong Raya (BMR).
Pasalnya, wilayah yang memiliki populasi penduduk kurang lebih 525 ribu jiwa dan terdiri dari empat kabupaten serta satu kota ini, belum memiliki masa depan berpisah dari Sulut.
Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda), Soni Sumarsono, di hadapan delegasi yang mewakili tokoh masyarakat, tokoh pemuda se-BMR lalu, menjelaskan, bila dilihat dari kelayakan administratif wilayah BMR sudah layak menjadi provinsi sendiri.
“Selaku Dirjen, saya jamin jika cita – cita masyarakat totabuan BMR akan teruwjud menjadi sebuah provinsi baru. Ini sudah menjadi aspirasi masyarakat Bolmong Raya,” kata Sumarsono di Hotel Swisbell Manado, Minggu (11/10) lalu, yang disaksikan mantan Ketua DPRD Provinsi Sulut, Syachrial Damopolii.
Soni yang kini dipercayakan selaku Penjabat Gubernur Sulut ini, menyatakan, dari persyaratan administrasi, teknis dan fisik kewilayahan, syarat BMR menjadi calon daerah otonom baru (DOB) telah memenuhi persyaratan dibanding usulan daerah lain di tanah air.

Keunggulan Bolmong Raya di Sulawesi Utara

“Ini keunggulan yang bumi totabuan punya. Secara nasional, saat ini yang mengajukan calon DOB Provinsi sangat sedikit. Se-pulau Sulawesi saja hanya Bolmong Raya yang diajukan sebagai provinsi baru. yang banyak ajukan pembentukan kabupaten/kota,” terangnya.
Disisi optimisime Sumarsono sendiri didasari adanya perubahan regulasi baru yang telah disetujui DPR RI mengenai dasar pengajuan sebuah calon DOB.
“Sudah ada regulasi yang disahkan DPR RI tentang pengusulan DOB baru. ini angin segar, bagi masyarakat di BMR,” katanya. Tak tanggung – tanggung, Dirjen Otda sudah mengajukan peraturan yang baru berupa Peraturan Pemerintah (PP) kepada DPR RI sebagai landasan hukum terkait dengan pemekaran dan penggabungan daerah.
Penjelasan Penjabat Gubernur Sulut, Soni Sumarsono itu, disambut positif beberapa lapisan masyarakat di Bolaang Mongondow Raya. Efendy Abdul Kadir, dari Lembaga Pemantau Kinerja Ekseskutif Legislatif (LPKEL) Reformasi Bolmong Raya, misalnya. Dia menilai, apa yang dikatakan Sumarsono itu diharapkan bukan surga telinga saja.
“Kita sangat apresiasi langkah ini (Selangkah Lagi Provinsi Bolmong Raya Terwujud). Akan tetapi, tanggung jawab ini harus diseriusi oleh seluruh elemen masyarakat hingga pemangku kebijakan pada lima daerah di Bolaang Mongondow Raya,” kata Efendy.

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Widya Dharma Kotamobagu, Yambat Pontoh, punya pendapat lain. Yambat meminta, Provinsi BMR diharapkan tidak hanya menjadi komoditas politik para elit semata. Melainkan, perjuangan untuk memekarkan diri dari wilayah Sulut dapat diwujudkan lewat gerakan nyata.

“Selama ini, BMR hanya produk politik yang kerap dimanfaatkan oleh segelintir oknum. Saya berharap upaya ini dilakukan lewat gerakan semesta. Tanpa harus dipolitisasi kalangan elit saja. Seluruh elemen harus dilibatkan,” tukasnya.

Di pihak lain, Yambat juga mendorong keseriusan lima kepala daerah guna mewujudkan lahirnya propinsi Bolaang Mongondow Raya. Begitu juga, dengan kinerja presidium pemekaran yang terkesan setengah hati melakukan konsolidasi di lima wilayah totabuan.

“Masyarakat tentu menilai upaya apa yang telah diperbuat para kepala daerah ini. Untuk panitia pemekaran, perlu ada sinergitas bersama,” jelasnya.

Provinsi Bolaang Mongondow Raya meliputi lima daerah kabupaten kota, yakni Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang mongondow utara (bolmut), Bolaang mongondow timur (Boltim), Bolaang mongondow selatan (Bolsel). (and)

 

2 Comments
  1. ahmad karim says

    span ini bolmong raya no, lanjutkan

  2. Antonius kale says

    Mana, napa somo maso 2016 blum da kabar le

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.