Bolmut News

Warga Minta Mobil Ambulance Jangan Hanya Jadi Pajangan

Warga Minta Mobil Ambulance Jangan Hanya Jadi Pajangan

BOLMUTPOST – Masyarakat Kecamatan kaidipang kabupaten bolaang mongondow utara mengeluhkan pelayanan kesehatan diwilayahnya, khususnya pada sarana dan prasarana yang ada di puskesmas setempat. Salah satunya yang dikeluhkan warga adalah mobil ambulance yang tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya.
Padahal, ambulan sangat diperlukan apabila ada pasien yang darurat dan harus segera ke rumah sakit atau dirujuk ke luar daerah.
“Meskipun di Puskesmas Pembantu (Pustu) ada ambulan, tapi kalau ada warga yang sakit parah dan harus ke rumah sakit ataupun ada pasien yang meninggal, warga harus mencari mobil sendiri karena ambulan yang ada terkesan hanya jadi barang pajangan di Pustu,” ujar sejumlah warga kaidipang (18/02).
Ada di beberapa pustu /puskesmas mobil ambulans sering dibawah ke rumah, dan tidak stay di tempat, sebaiknya ambulance dimanfaatkan untuk pengantaran rujukan pasien ke rumah sakit dan bisa di gunakan masyarakat 1×24 jam,”ungkap Djunaidi Harundja.
“mobil ambulance tidak usah di bawah ke rumah, karena tengah malam banyak warga yang sangat butuh pertolongan, kabupaten bolmut kan pernah menerima predikat kabupaten sehat, masa mobil ambulance di parkir di rumah,”tegasnya.
Ketua Komisi I DPRD Bolmut Aktrida Datunsolang, sangat menyayangkan jika mobil ambulance yang diberikan Pemkab Bolmut sebagaimana fungsinya untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat. Kalau demikian, kata dia, lebih baik ditarik saja mobil ambulance itu.
“Kalau tidak digunakan sesuai fungsinya, lebih baik Bupati Bolmut menarik saja mobil itu,” ungkapnya kepada bolmutpost (19/02).
Aktrida pun mengaku sudah berapa kali mendengar keluhan masyarakat yang hendak berobat, bahkan sudah sekarat yang harus dirujuk ke RSUD Kabupaten lain namun tidak bisa memanfaatkan mobil ambulance tersebut. “Alasannya karena tidak ada petugas sopir membawa mobil ambulance itu,”ujarnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu mengatakan, mobil ambulance terkesan cuma jadi pajangan. “Dari pada hanya di pajang dan nanti jadi besi tua serta tidak dapat melayani masyarakat setempat, lebih baik dikembalikan saja dari pada membuat masyarakat menjadi kesal akibat tidak dapat melayani mereka,” ujar Aktrida.
“Wakil rakyat tersebut meminta agar bupati segera menarik mobil ambulance itu, atau memberikan teguran kepada pimpinan Puskesmas/Pustu. “Kalau alasannya tidak ada anggaran untuk sopir, ya dianggarkan,” jelasnya. (rhp)

Tags

Editor

Semua berita yang masuk di email redaksi akan di edit terlebih dahulu oleh tim editor bolmutpost kemudian di publish

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close