Bolmut News

RSUD Bolmut Diduga Lakukan Malpraktek

RSUD Bolmut Diduga Lakukan Malpraktek

35 Hari Tampon Bersarang di Rahim Pasien

BOLMUTPOST – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD Bolmut ) kembali menuai kecamam dari keluarga pasien yang datang meminta pelayanan.
Hal ini menyusul adanya dugaan malpraktek atau kelalaian tindakan dalam pelayanan medis yang dilakukan oleh para petugas kesehatan RSUD Bolmut terhadap pasien melahirkan (Partus) bernama Haslinda Harundja (28) warga Desa Bigo Selatan Kecamatan Kaidipang.
Celakanya, belakangan diketahui kalau ada segumpal tampon berukuran kepalan tangan orang dewasa tidak sempat dikeluarkan oleh petugas kesehatan dari dalam rahim korban.
Informasi yang berhasil dihimpun WARTAWAN menyebutkan kejadian tersebut, berawal dari adanya keluhan rasa sakit diderita oleh Haslinda pada rahimnya yang disertai cairan berbau busuk yang keluar usai melakukan persalinan di RSUD Bolmut pada tanggal 26 Januari 2016 lalu.
Bahkan, selama satu sebulan lebih pasien menderita rasa perih yang disertai panas tinggi lantaran ada benda asing yang belum dikeluarkan dari kemaluanya. “Sejak keluar dari RSUD Bolmut, istri saya sering mengeluh sakit dan ada cairan bau busuk yang keluar dari kemaluan.
Dia pun sering mengalami panas tinggi. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata di dalam rahim istri saya ada segumpal tampon yang tidak dikeluarkan oleh para petugas medis RSUD yang menangani persalinan istri saya waktu itu,” kata Ibrahim Lasama, suami dari Haslinda Harundja yang ditemui di kediamanya Kamis (03/03) .
Dia juga menuturkan kain tampon yang dimasukan pada rahim istrinya tersebut dimaksudkan untuk menyerap atau menyumbat peredaran darah yang keluar pasca persalinan. Sehingga itu pihaknya merasa keberatan dengan adanya tindakan kelalaian medis yang dilakukan oleh pihak RSUD yang saat itu ditangani oleh dua bidan yang melaksanakan persalinan masing-masing, NL dan MS.
“Bayangkan tampon tersebut dimasukan oleh petugas medis ketika istri saya melahirkan tanggal 26 Januari 2016, dan nanti kami dikeluarkan pada tanggal 02 Maret 2016. Berarti ada sekitar 1 bulan 5 hari tampon tersebut berada dirahim istri saya. Memang pihak RSUD sudah mengakui akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa dengan istri saya, namun kami pihak keluarga merasa kecewa dengan pelayanan mereka,” kesal Iberahim.
Terpisah, Direktur RSUD Bolmut dr Fitriana Akub, ketika dikonfirmasi mengakui kalau ada laporan dari keluarga pasien partus yang masuk kepadanya. “Memang benar ada laporan dari pasien partus yang masuk mengeluhkan adanya kejadian tampon yang tidak dikeluarkan.
Namun kami masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan USG kepada pasien kepada dokter ahli di Gorontalo. Kalau pun pihak kami terbukti lalai dalam penanganan medis, kami meminta maaf kepada keluarga pasien dan siap bertanggung jawab atas biaya pengobatan yang ditimbulkan pada maslah ini. Kami juga sudah ada kesepakatan damai dengan pihak keluarga pasien,” tandas dr Fitriana yang ditemui di RSUD Bolmut, Kamis (03/03) kemarin sore.(spl/rhp)

Tags

Editor

Semua berita yang masuk di email redaksi akan di edit terlebih dahulu oleh tim editor bolmutpost kemudian di publish

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close