Bolmong Raya

Polres Bolmong Diduga Endapkan Sejumlah Perkara Korupsi

Polres Bolmong Diduga Endapkan Sejumlah Perkara Korupsi

LITPK Bakal Mengadu ke KPK

Bolmong – Polres Bolmong dibawah kepemimpinan AKBP William Simanjuntak SIK, nampaknya terus mengukir prestasi buruk. Terlebih terkait dengan pengusutan perkara korupsi yang sedang ditangani korps Bhayangkara tersebut.

Sejak William dilantik menjabat sebagai Kapolres Bolmong, hanya kasus peninggalan dari pejabat sebelumnya yang sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu. Padahal, kasus yang mereka (Polres) tangani begitu banyak dan sebagian lainnya terlanjur menjadi perhatian public.

Salah satunya proses pengusutan kasus dugaan SP2D fiktif yang terjadi di DPRD Kotamobagu. Kasus itu hingga saat ini belum ada progres sejak ditangani unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Bolmong, pada September lalu.

Komitmen untuk memberantas para pelaku korupsi di tanah Totabuan ini, dipertanyakan oleh Yakin Paputungan, Ketua Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LITPK) Cabang Bolmong Raya.

Menurut yakin, Kapolres Bolmong AKBP William Simanjuntak ini, begitu banyak mengoleksi perkara korupsi. Padahal, sebelumnya, pria berdarah batak itu, menjabat sebagai Kanit I Tipidkor Polda Sulut.
“Ini memiriskan, banyak kasus yang diselidiki, namun sampai saat ini tidak ada perkembangan sama sekali. Padahal Kapolres itu sebelumnya pernah menjabat sebagai Kanit Tipidkor Polda Sulut.” terang Yakin.

Masyarakat Bolmong Raya pada umumnya banyak menaruh harapan terhadap Kapolres tersebut. Namun, yang terjadi sekarang malah memprihatinkan. “Sebagian besar kasus yang diselidiki unit Tipidkor semenjak Kapolres William menjabat, baru pada tahap penyelidikan. Sampai sekarang belum ada perkembangannya. Masyarakat banyak yang kecewa dengan sepak terjang Kapolres sekarang ini,” tambah Yakin.

Yang paling menjengkelkan lagi, lanjut Yakin, baru-baru ini ada kasus Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Babo, Kecamatan Sangtombolang, Bolmong, yang nilainya sangat kecil malah dijadikan produk hukum oleh Polres Bolmong. Sementara, kasus besar lainnya yang tengah diselidiki belum bisa dituntaskan.

“Intinya selama William bertugas tidak ada hasil sama sekali dalam penanganan korupsi. Dan ini sangat mengecewakan masyarakat. Rencananya kami akan melaporkan kinerja Kapolres ini ke Polda Sulut hingga ke Mabes Polri. Bahkan, kalau perlu saya akan menyurat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” tandas Yakin.(ey/gm)

Berikut sebagian perkara korupsi yang sedang ditangani Polres Bolmong ;

 

Dinas Pendidikan Bolmong tahun 2013

Pengadaan Alat Praktek

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bolmong 2014-2015

  • Pemeliharaan Berkala Desa Mopusi Tungoi
  • Peningkatan Jalan Mopusi Tanoyan

Dinas Pertanian dan Pertenakan Bolmong 2014

  • Jalan Usaha Tani
  • Lahan Cetak Sawah Baru
  • Bantuan Kelompok Tani

Dinas Kesehatan Bolmong 2014 2013

  • Pemotongan BPJS
  • Pembangunan Puskesmas dan Puskesdes

Dinas Koperasi dan UKM Bolmong 2013

Pembangunan Pasar Tanoyan

BAPPEDA Bolsel 2012 2014

Pembangunan Kantor BAPPEDA

Dinas Kesehatan Bolsel 2014

Pengadaan Alat Kesehatan

Dinas Pendidikan Bolsel 2014

Pembangunan Lapangan Futsal

Dinas Kesehatan Kotamobagu 2009 – 2010

Pengadaan Alat Kesehatan

DPRD Kotamobagu 2013

SP2D Diduga Fiktif

Dinas Peridustrian dan Perdagangan Boltim 2014

Pembangunan Pasar Tutuyan

Bagian Umum Boltim 2013

Pembuatan Kapal Pajeko

Catatan: Kasus diatas belum ada satupun yang mengalami perkembangan, terlebih sampai ke tahap penyerahan berkas perkara ke Kejari Kotamobagu

Tags

Editor

Semua berita yang masuk di email redaksi akan di edit terlebih dahulu oleh tim editor bolmutpost kemudian di publish

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close