Nasional

Kapolda Sulut : Akui Media Berpengaruh

Kapolda Minta Penanganan Perkara Cepat

Manado – Kondisi Kamtibmas di Sulawesi Utara (Sulut) yang relatif kondusif akhir-akhir ini tidak lepas dari kinerja seluruh aparat kepolisian di lapangan dan peran serta masyarakat dalam membantu tugas-tugas Polisi. Indikatornya bisa terlihat dari tidak adanya kasus menonjol yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung, saat membuka acara Gelar Opsnal Polda Sulut dan jajaran, yang diikuti oleh Pimpinan Polda Sulut diantaranya Wakapolda Sulut Kombes Pol Yudi Hermawan, Irwasda Kombes Pol Hotman Simatupang, Kasatker di Polda Sulut dan para Kapolres/Kapolresta jajaran, di aula Tribrata Mapolda Sulut, Kamis (10/3) kemarin.
“Terima kasih kepada seluruh personil yang telah bertugas dengan baik, dan hal ini harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ucapnya.
Marpaung menilai, keberhasilan jajarannya dalam menekan angka kriminalitas dan penjabaran semua program-program Polda Sulut tak lepas dari peranan media dalam mempublikasi. “Dampak dari media memang sangat berpengaruh, termasuk perkembangan media sosial saat ini seperti facebook, BBM dan Whats App,” katanya.
“Saya berharap seluruh Kasatker baik di Polda Sulut maupun di kewilayahan memiliki akun media sosial ini, sehingga memudahkan kita semua dalam berkomunikasi dan melaporkan segera kejadian saat itu juga, sehingga penanganannya akan lebih cepat,” ujarnya.
Bidang operasional, dia juga menyentil pentingnya penanganan perkara, baik tentang masyarakat maupun tentang polisi itu sendiri. “Kalau memang bisa dipercepat, jangan dibuat lama penyelesaian perkara yang ditangani,” pintanya.
Dirinya pun menargetkan penyelesaian perkara harus sudah tuntas sebanyak 70 persen.
Jenderal Bintang Satu ini juga mengapresiasi kerja UKL Operasi Pekat yang sementara dilaksanakan Polda Sulut dan jajaran, yang menurutnya sudah cukup baik, dimana banyak hasil ops yang terjaring dari operasi penyakit masyarakat tersebut.
Diketahui, selain Ops Pekat, Polda Sulut juga sedang melaksanakan Ops Simpatik yang bertujuan menekan angka lakalantas yang di jalan. Pria berdarah Batak ini berharap ada perbedaan sebelum dilaksanakan operasi kepolisian dan pada saat ada Operasi.
Lebih jauh, dia mengimbau kepada para kapolres agar melaksanakan terobosan-terobosan kreatif seperti yang telah dilaksanakan oleh Kapolres Minahasa bersama pemerintah setempat, yakni launching Kampung Bebas Miras. Kapolda berharap program tersebut jangan hanya sampai di launching saja, melainkan ditindaklanjuti oleh seluruh masyarakat yang ada.
“Saya berharap para kapolres lainnya juga bisa melaksanakannya, siapa tau nanti Pak Kapolresta Manado juga akan membuat program Kampung Bebas Tarkam,” harapnya.
Selain itu dia mengungkapkan, program Prioritas Kapolri dan Quick Wins yang dicanangkan Pimpinan Polri juga hendaknya dilaksanakan dan terus ditingkatkan.
Dia juga menyinggung bidang pembinaan, dimana banyak Satker yang masih minim soal penyerapan anggaran. Para Kasatker hendaknya memperhatikan hal tersebut dan mampu membuat program-program kerja yang telah didukung dengan anggaran tersebut.
Soal peningkatan kualitas personil Polda Sulut, diingatkannya lagi akan perlunya pelatihan-pelatihan teknis polri, sehingga kualitas personil tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Kegiatan Gelar Opsnal yang dijadwalkan berlangsung dua hari ini menampilkan paparan-paparan dari para Kasatker jajaran Polda dan para Kapolres/Kapolresta sejajaran.(mt/gm)

Tags

Editor

Semua berita yang masuk di email redaksi akan di edit terlebih dahulu oleh tim editor bolmutpost kemudian di publish

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close