BPK RI Sasar Bantuan Study di Boltim

BPK RI Sasar Bantuan Study di Boltim

BOLTIM – Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Oskar Mamonto memastikan pertanggungjawaban penggunaan beasiswa akhir studi, bagi mahasiswa asal Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) menjadi target pemeriksaan BPK RI tahun ini.
“Seluruh bantuan atau hibah yang didanai lewat anggaran daerah harus ada pertanggungjawaban. Begitu juga dengan bantuan beasiswa untuk mahasiswa sementara kita tunggu SPJ-nya. Tim sudah mendata para penerimanya,” ujar Oskar, Minggu (13/03).
Dia mengungkapkan, data yang ada sebanyak 47 mahasiswa penerima bantuan akhir studi tersebut belum memiliki pertanggungjawaban. Sementara, tiap tahunnya ratusan juta dana daerah diberikan pemerintah untuk para mahasiswa.
“Bantuan studi ini tiap tahun lalu kita anggarkan Rp 400 juta. Per mahasiwa bantuan yang mereka terima senilai Rp 4 juta. Hingga batas waktu yang diberikan sebanyak Rp 188 juta dana keluar belum ada SPj (Surat Pertanggungjawaban) dari penerima ” ungkapnya.
Guna menghindari kesalahan serupa, tahun ini tambah Oskar, jumlah dana yang disediakan untuk pos anggaran beasiswa mencapai Rp 405 juta. “Tahun lalu penerimanya mencapai 80 orang. Sedangkan, 2016 pos dana beasiswa kita sediakan Rp 405 juta. Penerimanya sudah kami data,” terangnya.
Pun demikian, pihaknya mengimbau seluruh penerima bantuan pemerintah ini bisa bekerjasama terhadap penggunaan dana yang dituangkan kedalam SPj. “Saat ini masih ada beberapa bantuan sosial berupa hibab pembangunan rumah ibadah yang juga belum ada SPj-nya. Saya harap ada kerjasama sebelum menjadi masalah baru, seperti tunggakan ganti rugi (TGR),” tandasnya. (and)

Editor

Semua berita yang masuk di email redaksi akan di edit terlebih dahulu oleh tim editor bolmutpost kemudian di publish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button