Dumoga Kembali Bersitegang

Dumoga Kembali Bersitegang

Bolmong – Stabilitas keamanan di Dumoga Raya kembali tergoyah, setelah dua massa yang ada di Desa konarom dan Osion, Kecamatan Dumoga Tenggara, saling ketersinggungan bahkan nyaris terjadi Tawuran Antar Kampung (Tarkam), pada Sabtu (12/3) sekitar pukul 01.30 wita dini hari.

Ketegangan itu terjadi dikarenakan dua kelompok pemuda di desa tersebut, sama-sama tengah dipengaruhi Minuman Keras (Miras). Beruntung, kejadian itu langsung bisa diredam oleh aparat gabungan dari Polres Bolmong.

“Saat tiba di TKP situasi masih dalam suasana tegang, agar perselisihan tidak membesar puluhan Anggota Sabhara, Tim Maleo dan Unit Opsnal yang dipimpin Wakapolres Bolmong, Kompol Nanang AA Nugroho SIK, berhasil menghalau Kedua massa dari dua desa tersebut. Saat ini keadaan sudah terkendali,” ujar Kabag Humas Polres Bolmong Saiful Tammu.

Ditambahkannya, meski berhasil diamankan, namun sejumlah aparat masih disiagakan. “Itu mengingat jangan sampai ada oknum-oknum yang sengaja memperkeruh suasana,” tambah Saiful.

Sementara itu, Wakil Bupati Bolmong Yanny Ronny Tuuk STh MM mengimbau seluruh elemen masyarakat Dumoga Raya untuk bisa menahan diri. “Jika stabilitas keamanan wilayah kita aman dan konsudif, kita sendiri justru yang akan merasa manfaatnya. Tak perlu takut keluar rumah, atau ke tempat umum. Jangan mudah terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Mantan anggota DPRD Bolmong dua periode ini, mengingatkan jika terjadi perkelahian antar kampong, maka yang dirugikan adalah masyarakat sendiri. “Wilayah Dumoga pernah mengalami masa-masa kritis gangguan kamtibmas. Kita semua pasti masih ingat, bagaimana mencekamnya wilayah ini.

Saat itu, kita sendiri yang rugi, karena tak ada lagi ketentraman dan kenyamanan. Hidup penuh dengan was-was dan keresahan, karena semua aparat tumpah ruah di jalanan. Cukuplah kala itu. Tak perlu kita ulangi dan kembali ke masa itu lagi.
Mari bergandengan tangan dan tak perlu melebarkan masalah kecil,” kata Wabup.

Ia juga menyayangkan bentrok yang nyaris terjadi antar masyarakat Desa Osion dan Konarom Kecamatan Dumoga Tenggara itu. Sebab, menurutnya, warga harusnya tidak langsung terprovokasi dengan informasi yang tidak jelas, sebagai awal mula bentrok terjadi. “Peran tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda juga sangat penting menjaga persatuan di wilayahnya masing-masing,” pungkas Tuuk. (ey/gm)

Editor

Semua berita yang masuk di email redaksi akan di edit terlebih dahulu oleh tim editor bolmutpost kemudian di publish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button