Ultimate magazine theme for WordPress.
xxx header

Pejabat Pemkab Bolmong Tes Urine

0 22

Pejabat Pemkab Bolmong Tes Urine

Bolmong – Badan Narkotika Nasional (BNN) Bolaang Mongondow , Senin (21/3) kemarin, mengambil sampel urine dari para pejabat teratas di Pemerintah Daerah (Pemda) Bolmong. Hal itu dilakukan guna menunjang program kerja Presiden RI Joko Widodo, terkait ‘Indonesia Darurat Narkoba’.
Bupati Bolmong, Hi Salihi B Mokodongan dan Wakilnya Yanny R Tuuk STh MM, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Ashari Sugeha, serta seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), turut diambil sampel urinenya.
Bupati mengatakan, apabila ada Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemkab Bolmong, ditemukan positif pengguna narkoba, akan direhabilitas. “Namun kalau pengedar akan ditindak tegas,” kata Bupati Salihi.
Lain halnya pernyataan Wakil Bupati (Wabup) Yanny R Tuuk STh MM, bila mana ada ASN lingkup, terbukti positif narkoba, sudah tentu akan diberikan sanksi pemecatan bahkan dipenjarakan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Ya, kalau sudah jelas-jelas pengguna dan pengedar narkoba, sudah tentu dipecat bahkan dipenjarakan, karena yang bersangkutan akan mengancam dan merusak sendi-sendi pemerintahan di daerah ini,” tegas Wabup Yanny Tuuk.
Diruang pemeriksa, nampak antusias para pejabat Pemkab Bolmong yang dimotori oleh Sekda Drs Ashari Sugeha, dengan sukarela menjalani pengambilan sample urine. “Tidak ada yang terkecuali semua pejabat lingkup Pemkab Bolmong harus menjalani pemeriksaan dan pengambilan sample urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Utara,” ungkap Ashari Sugeha.
Disatu sisi, Kepala BNN Bolmong, Kombes Pol Drs Sumirat Dwiyanto MSi, kepada wartawan, mengatakan, hasilnya akan rekomendasikan kepada pemerintah apabila ditemukan ada ASN terindikasi pemakai narkoba. “Hasil dari pengambilan sampel ini akan ditindaklanjuti seperti apa. Kita tunggu saja, apakah ada yang positif atau negatif terhadap narkoba,” kata Sumirat.
Bahkan Sumirat telah memberikan masukan kepada Bupati Hi Salihi B Mokodongan, untuk mengeluarkan surat edaran atau teguran kepada toko-toko atau warung, agar tidak menjual Ehabond kepada anak di bawa umur ataupun obat komix.
Bupati sangat respon dengan masukan yang telah saya sampaikan, demi masa depan generasi kita,” ungkap Sumirat.(ey/gm)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.