Bolmut News

Dikpora Awasi Kriminalitas Siswa Gaya Baru

Dikpora Awasi Kriminalitas Siswa Gaya Baru

BOLMUTPOST – Penyalagunaan lem jenis ehabon yang kini sedang trend dikalangan pelajar mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Bolmut. Lem Ehabond yang akrab kita kenal sebagai alat perekat sepatu, tak selamanya digunakan pada tempatnya. Ternyata bau yang keluar dari perekat ini juga mampu memberikan sensasi berbeda, layaknya narkoba yang kita kenal.
Penyalahgunaan alat perekat ini berpengaruh sangat negatif bagi generasi muda khususnya kalangan pelajar dan dapat merusak sistem saraf dan organ-organ penting lainnya seperti pernafasan dan paru-paru dan otak bagi pemakainnya.
“Hasil penelitian, zat beracun yang terkandung dalam lem ehabon sangat berbahaya, sehingga efek lain bisa membuat penurunan tingkat belajar bagi siswa,” ujar Kadis Dikpora Bolmut, Abdul Nazarudin Maloho.
Menurutnya, dampak negatif lain bagi murid laki-laki ketika menggunakan lem ehabon bisa sampai pada tindakan pencurian, perkelahian, serta tindakan kriminalitas lainya.
Sementara bagi pengguna perempuan, sangat memungkinkan untuk terjadinya efek negatif, semisal pelacuran anak dibawah umur. Sehingga itu Maloho mendesak kepada seluruh sekolah terutama SMP dan SMA agar melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengawasan terhadap para siswa yang terindikasi menggunakan lem ehabon. Karena jika disebuah sekolah sudah ada sepertiga dari jumlah muridnya yang tergolong pengguna lem ehabon atau sejenisnya, sudah sulit untuk diberikan pembinaan dalam hal pencegahan. Karena penyebaran kepada siswa lain sangat cepat sekali.
“Jika seorang siswa sudah terus menerus menghirup lem berbahaya ini maka pastinya akan mencari jenis narkotika lainnya. Sehingga itu, perlu dilakukan pencegahan sejak dini dengan memberikan sosialisasi secara berkelanjutan terkait bahaya penggunaan lem ehabon tersebut,” tandas Maloho.(spl/rhp)

Tags

Editor

Semua berita yang masuk di email redaksi akan di edit terlebih dahulu oleh tim editor bolmutpost kemudian di publish

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close