Festival Kuliner Tradisional Mongondow Hadirkan Chef Juna Rorimpandey

Festival Kuliner Tradisional Mongondow Hadirkan Chef Juna Rorimpandey

KOTAMOBAGU – Kabar gembira bagi pecinta masak-memasak tradisional khas “Mongondow” di Kotamobagu. Sehubungan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kotamobagu ke-IX tahun 2016 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Perhubungan Kebudayaan Pariwisata dan Kominfo (Dishubbudparkominfo), bekerja sama dengan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia bakal menggelar Festival Kuliner Tradisional “Mongondow” Tahun 2016.
Event bergengsi ini rencananya akan digelar tanggal 25 Mei 2016 di Lapangan Olahraga Kelurahan Sinindian. Hal ini disampaikan Kepala Dishubbudparkominfo, Moch Agung Adati ST MSi, Senin (11/4).
“Kegiatan ini sudah di setujui oleh Pihak Kemetrian Pariwisata Republik Indonesia. Pekan lalu, kami sudah melakukan pertemuan dengan Bapak Raseno Arya, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, untuk membahas tindak lanjut proposal kerjasama yang diajukan oleh Pemkot Kotamobagu. Dan sudah disetujui sharing pembiayaan kegiatan tersebut. Termasuk, pihak kementrian bakal memboyong Master Chef Juna Rorimpandey ke Kotamobagu,” ungkap Agung.
Agung menambahkan, latar belakang penyelenggaraan Festival Kuliner Tradisional Mongondow tahun ini, dimaksudkan untuk mempromosikan kuliner tradisional Mongondow dengan berbagai macam kreasi, dan tata cara penyajiannya.
“Kita berharap akan ada jenis kuliner mongondow yang menjadi andalan di tingkat regional, bahkan nasional. Hal ini penting karena bisnis kuliner sangat berperan penting dalam pengembangan ekonomi kreaktif masyarakat,” tambah Agung.
Terkait dengan jenis kuliner yang akan dilombakan, Kepala Bidang Pariwisata Dishubbudparkominfo, Meifi Muhamad SSos, selaku penanggung jawab teknis penyelenggaraan lomba mengatakan, kuliner khas mongondow (jenis makanan tradisional mongondonw) yang akan dilombakan seperti Sinorang (ayam bungkus daun dengan bumbu dan dibakar), Ilosingan (ikan atau ayam yang hanya direbus dan dikasi asam), Pinogiot (daging ayam dan santan kelapa kemudian dimasak sampai kering tinggal sedikit kuah), Ginolagak (sayur gedi yang hanya direbus pakai air biasa sekalian di bumbu), Binango’an (daging ayam santan kelapa) dan kuliner khas mongondow lainnya.
“Sementara itu terkait dengan syarat peserta harus berbentuk kelompok. Satu kelompok maksimal 5 orang, dengan target peserta 100 kelompok. Jadi, setiap desa atau kelurahan dapat ikut serta dalam kegiatan ini,” kata Meifi.(ym/gm)

Editor

Semua berita yang masuk di email redaksi akan di edit terlebih dahulu oleh tim editor bolmutpost kemudian di publish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button