Bolmut News

Nasib Hamdan Datunsolang di Ujung Tanduk

Nasib Hamdan Datunsolang di Ujung Tanduk

Bolmutpost.com – Berkas perkara mantan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Hamdan Datunsolang, yang tersandung masalah dugaan penipuan terhadap PT Sarana Wangun Perkasa senilai Rp.8.3 milliar, nampaknya tak lama lagi akan di P-21 atau dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Boroko.
Pasalnya, penyidik dari Kepolisian Resort (Polres) Bolaang Mongondow (Bolmong), saat ini tengah menunggu hasil perhitungan kembali dari tim audit independen Unsrat, untuk menilai kerugian yang dialami PT Sarana Wangun Perkasa dalam pengerjaan tambahan Kantor Bupati Bolmut tersebut. Informasi yang berhasil dirangkum dari sumber terpercaya, tim audit itu diminta oleh Jaksa penuntut umum sebagaimana petunjuk dalam berkas perkara Hamdan yang telah di P-19 (dikembalikan,red) beberapa waktu lalu.
“Kami sudah konsultasikan dengan Jaksa pentuntut, agar petunjuk yang tertuang dalam P-19 itu segera dilengkapi. Nah, saat ini upaya itu tengah dilakukan, dan kami tinggal menunggu hasilnya. Jika sudah, otomatis berkas itu akan kembali dilimpahkan, selanjutnya tinggal bagaimana jaksa menilanya,” terang Sumber. Namun, sumber meyakini, jika petunjuk itu sudah dilengkapi, maka berkasnya akan segera dinyatakan lengkap.
“Sudah beberapa kali kami konsultasikan berkas perkara tersangka Hamdan Datunsolang. Dan kali ini, nampaknya Jaksa hanya meminta untuk dihitung kembali nilai kerugian yang dialami oleh perusahaan tersebut,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Pidanan Umum (Kasipidum) Kejari Boroko, Sumarni Larape SH, mengaku, berkas perkara HD masih berada ditangan Polres Bolmong. “Berkasnya, masih dikembalikan, karena ada beberapa petunjuk yang harus dipenuhi oleh penyidik polres. Kami menunggu pelimpahan kembali,” singkat Marni.
Sementara itu, Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan, Hukum dan Ekonomi Terapan Bolmong, Sofyanto, mengatakan seharusnya kasus ini bisa segara dituntaskan. Sebab, status social yang melekat terhadap Hamdan saat ini adalah tersangka, dan itu bisa sangat mempengaruhi dirinya dalam kehidupan bermasyarakat. Karena, Hamdan merupakan tokoh masyarakat di Bolmut juga mantan Bupati.
“Mengingat status social dari Hamdan, sebaiknya Kepolisian dan Kejaksaan bisa segara menuntaskan perkaranya. Jangan digantung tidak jelas begitu. Jika masih ada kendala, sebaiknya penyidik Polres dan Kejaksaan harus berkoordinasi,” kata Sofyanto.
Diketahui, Hamdan Datunsolang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bolmong sejak Selasa (20/1) 2015 silam. Hamdan diduga telah melakukan tindak pidana penipuan terhadap Randi Koapaha, pimpinan PT Sarana Wangun Perkasa, yang mengerjakan proyek pembangunan kantor Bupati Bolmut, di Boroko, dengan besaran kontrak senilai Rp.8,3 miliar. Saat memasuki tahap perampungan, Hamdan memerintahkan kepada PT Sarana Wangun Perkasa, untuk menambah volume pengerjaannya, tentu dengan komitmen bahwa segala biaya akan ditanggung pihak pemerintah daerah (Pemda). Tiba giliran penagihan atas kelebihan pembangunan tersebut, sang kontraktor (Randi Koapada,red) terkesan dijadikan bola ping-pong. Hamdan, terus menerus menghindar untuk membayar kelebihan pengerjaan kepada Randi Koapaha. Merasa telah ditipu, Randi pun langsung melaporkan perkara tersebut ke Mapolres Bolmong. (gm)

Tags

Editor

Semua berita yang masuk di email redaksi akan di edit terlebih dahulu oleh tim editor bolmutpost kemudian di publish

Berita Terkait

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close