Bolmong Raya

Bupati Geram, DPRD Diminta Panggil Pihak PLN

Bupati Geram, DPRD Diminta Panggil Pihak PLN

PLN Harus Jamin Listrik Tak Padam

Bolmutpost.com – Sering padamnya aliran listrik di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan membuat geram warga, termasuk orang nomor satu, Bupati, Hi Herson Mayulu. Bagaimana tidak, saat menanti pengumaman 1 Ramadhan oleh Menteri Agama, justru aliran listrik padam.
Menurut Mayulu, pihak PLN tak menghargai Umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selama bulan Ramadhan, jangan ada pemadaman aliran listrik.
“Terutama saat berbuka puasa, Shalad Tarawih dan saat sahur. Kiranya dapat dihargai,” tegas Papa Ven sapaan akrabnya kemarin.
Diungkap Papa Ven, kekesalan masyarakat selama ini dinilai sudah cukup, jangan ditambah lagi, dikuatirkan kemarahan masyarakat tak akan bisa dibendung. “Sebab jeleknya pelayanan yang diberikan pihak PLN, kiranya ini menjadi perhatian pihak PLN,” tegas Mayulu.
DPRD pun didesak memanggil manejemen PLN ranting Molibagu, meminta jaminan agar selama Ramadhan dan seterusnya, tidak ada lagi pemadaman aliran listrik.
Menurut Pengamat pemerintahan, Zainal Van Gobel penting lembaga DPRD untuk membuat komitmen dengan pihak PLN. “Harus tegas tentu jika tak mampu menjamin aliran listrik ada konsekuensinya,” jelas Zainal.
Apalagi disaat bulan suci Ramadhan, umat islam sedang menjalankan ibadah puasa, sangat menggangu.”Sebagai perusahaan milik negara sudah seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik bagi warganya. Bukan sebaliknya.” Kata Zainal tegas.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD, Fadly Toliabu saat diminta tanggapanya mengatakan kalau memang perlu langkah langkah memanggil PLN tidak masalah. “Lebih bagus supaya kita juga ada kepastian listrik tidak padam karena ada jaminan pihak PLN.” Kata Toliabu.(ek/gm)

Tags

Editor

Semua berita yang masuk di email redaksi akan di edit terlebih dahulu oleh tim editor bolmutpost kemudian di publish

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close