Ultimate magazine theme for WordPress.

Diduga Kacabdin Sangkub Sunat Gaji 14

0 32

Diduga Kacabdin Sangkub Sunat Gaji 14

Bolmutpost.com – Tunjangan Hari Raya (THR) para abdi Negara di kabupaten bolmut, berupa gaji 13 dan 14 yang baru-baru ini di cairkan nampaknya memberikan udara segar bagi para guru dan keluarganya.
Namun, angin surga yang berhembus itu kini meniupkan keresahan kepada mereka.
Gaji 14 yang seharusnya di nikmati penuh oleh para guru di kecamatan sangkub malah di potong sebesar Rp. 570 ribu rupiah oleh Kepala Cabang Dinas Sangkub, Soraya Mamonto, dengan dalih partisipasi untuk pengadaan tanah bangunan kantor cabang dinas yang baru.
“Apabila gaji 14 sudah cair, kami diminta menyetor uang, sebesar Rp.570 ribu rupiah melaui bendahara cabang dinas. Maksud dan tujuan ini untuk apa..?,” ungkap sumber yang enggan namanya dipublish.
Alasan pemotongan ini tak masuk akal. Kalau untuk pembangunan fasisilitas pemerintah bukan menjadi tanggung jawab kami, itu tanggungjawab daerah dan ada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD), Keluhnya dengan nada kesal.
Di tambahkannya, Bukannya pembebasan lahan dan pembangunan kantor milik pemerintah sudah ada dalam anggaran APBD ?, kenapa masih lagi memotong dana dari kami. Apalagi ini menjelang lebaran, kebutuhan kami sangat banyak.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Sangkub saat dikonfirmasi mengatakan, hal itu wajar, mengingat pengadaan lahan pembangunan kantor sudah sangat mendesak.
“Pemotongan dana tersebut sudah kami putuskan melalui rapat dengan kepala sekolah se-Kecamatan Sangkub, karena Kami tak punya lahan pembangunan kantor baru. Untuk Nominalnya juga kami tetapkan bersama, mengingat harga tanah dikecamatan Sangkub mencapai enam puluhan juta.” Ujar Soraya Mamonto, dengan nada santai.
Ditempat terpisah, kepala dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, ketika dimintai keterangan tentang hal tersebut mengatakan, tidak boleh ada pemotongan gaji yang menjadi hak pegawai.
“Saya tegaskan kembali kepada para Kepala Cabang Dinas untuk tidak melakukan pemotongan gaji 13 maupun 14 kepada para pegawai. Itu Haram hukumnya” ungkap Abdul Nazarudin Maloho.
Maloho menegaskan, jika ada kepala dinas cabang yang tetap melakukan pemotongan gaji, maka pihaknya tidak segan-segan memberikan sangsi tegas.
“Tolong sampaikan juga, jika masih ada cabang dinas melakukan hal yang sama maka kami akan proses tegas” tegas Maloho. (rhp)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.