Ultimate magazine theme for WordPress.
xxx header

Dinkes dan DKP Bolmut Diminta Lakukan Sosialisasi Jenis Ikan Beracun

0 57

Dinkes dan DKP Bolmut Diminta Lakukan Sosialisasi Jenis Ikan Beracun

Bolmutpost.com – Tingginya konsumsi ikan di Kabupaten Bolmut, ada juga kasus keracunan di kabupaten juara. Beberapa hari lalu telah terjadi kasus keracunan yaitu keracunan ikan buntal (korban 3 orang, 1 meninggal dunia).
Ternyata masih kurangnya pengetahuan masyarakat untuk membedakan jenis ikan yang boleh dikonsumsi dan membuat masyarakat mengkonsumsi ikan tanpa menyadari resikonya.
Wakil Bupati, Suriansyah Korompot meminta kepada dinas terkait untuk melakukan sosialisasi tentang ikan-ikan yang berbahaya dimakan manusia. Hal itu sangat penting agar tidak ada lagi korban serupa.
“Masih banyak masyarakat yang tidak tahu, untuk itu dinas perikanan dan kelautan serta dinas kesehatan untuk melakukan sosialisasi tentang ikan-ikan yang tidak boleh dimakan manusia,” tegasnya.
Kejadiaan tewasnya salah seorang warga Kecamatan Sangkub akibat mengkonsumsi ikan buntal beberapa hari lalu, langsung mendapat respon dari Dinas kesehatan Kabupaten Bolmut.
Selain telah melakukan tinjauan lapangan, hingga merujuk salah satu korban kritis ke RSUD Gorontalo, Dinkes juga mulai melakukan sosialisasi darurat, mengenai bahaya mengkonsumsi ikan buntal atau yang dalam bahasa latinnya disebut Tetraodontidae.
Buat masyarakat, kami minta untuk tidak mencoba-coba mengkonsumsi atau menjual ikan ini, sebab akibatnya sangat fatal, seperti kejadian di Sangkub baru-baru ini,”ujar Kadis Dinkes, dr Jusnan C Mokoginta MARS, Jumat (15/07/2016).
Lebih lanjut ia menjelaskan, ikan yang satu ini, secara alami memiliki tetrodotoxin di dalam tubuhnya. Tetrodoxin, merupakan salah satu racun alam paling fatal, karena 10 ribu kali lebih berbahaya dibandingkan sianida.
Di tempat terpisah, Kabid Pelkes Sofyan Mokoginta SKM menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh sangadi dan kepala dusun se Bolmut, agar melarang dan tidak memperbolehkan masyarakat menjual atau mengkonsumsi ikan ini.
Kedepannya, akan kami lakukan langkah-langkah sosialisasi yang lebih meluas dan akan digenjot, hingga pada pembagian selebaran tentang bahaya mengkonsumsi ikan buntal,”jelasnya.
Sementara itu kepala dinas perikanan dan kelautan, Viktor Nanlessy ketika di konfirmasi mengatakan, untuk dua tahun belakangan ini belum ada sosialisasi masalah ikan jenis-jenis ikan beracun, kedepannya nanti akan kami sosialisasikan dan berkoordinasi dengan pihak dinas kesehatan, “kata nanlessy.(rhp)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.